Di-posesif-in


Mata bulat itu menatapku tajam. Seakan tak memberiku kesempatan menghindar. Aku mau makan, kamu mendekat. Aku mau ke kamar mandi, kamu menangis. Aku mau sholat, kamu merajuk.

Mana sempat aku menulis? Mana bisa aku leluasa?

Lupakan dvd, lupakan novel, lupakan hp. Karena kali ini aku harus fokus padamu. Cuma sama kamu.

Akhir-akhir ini aku jadi serba salah. Rumah udah kaya kapal pecah.

Nggak bisa nyetrika, nyapu, ngepel. Nggak bisa konsentrasi. Nggak bisa ngapa-ngapain. Semua pikiranku tertuju ke kamu. Cuma sama kamu.

Aku seakan nggak punya waktu untuk diriku sendiri. Karena kamu selalu di sekitarku. Tak memberiku kesempatan melakukan hal yang kumau. Dengan pesonamu, kau memerangkapku. Untuk sekali ini hanya ada aku dan dirimu.

Ini tentangmu.

Selalu tentangmu.

Bukan aku, dia atau mereka.

Ini tentangmu. Hanya tentangmu

“Don’t go. Stay with me. Be my side. Just stay with me…”

Matamu mengirimkan sinyal.

Dan kali ini aku memang harus menurut.

Dasar posesif!

 

Aku suka kebersamaan kita. Tapi bukan yang begini.

Aku suka menghabiskan waktu denganmu. Tapi nggak yang seperti ini.

Karena keadaan ini membuatku sedih. Dan aku benci keadaanmu yang seperti ini. Kamu nggak seperti dirimu yang dulu. Yang ceria dan membuatku bahagia. Nggak posesif dan selalu minta diperhatikan. Aku sayang padamu, meski kau tidak memintaku.

Percayalah padaku…

 

Cepat sembuh ya. Kembali ceria. Aku lelah di-posesif-in.

Yup. Karena tak ada yang melebihi keposesifan anak kecil yang sedang sakit. 😀

 

208921_3915435959907_1139853755_n

Iklan

2 pemikiran pada “Di-posesif-in

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s