[BeraniCerita #1] POSESIF


Aku berjalan mondar-mandir di depan mereka. Melirik kesal ke arah suamiku. Yang dilirik pun nggak merasa sama sekali. Dari radius tiga meter aku menatap suamiku yang tengah serius bekerja dengan partnernya. Sudah seminggu belakangan ia menghabiskan waktu bekerja dengannya. Entahlah. Kerjaan confidential katanya. Yang nggak semua orang bisa mengakses. Dan hanya suamiku dan partnernya yang tahu kerahasiaan kerjaan itu. Membuatku merasa terasing. Seakan dia lebih berhak dekat denganmu dari pada aku. Ya, aku. Istrimu. Yang kau minta dengan sepenuh hati menemanimu dalam suka dan duka hingga maut memisahkan.

Aku beralih melirik si kurus di hadapanmu. Menatap sebal padanya. Kalian memang lebih banyak terdiam, berkonsentrasi mengerjakan tugas kalian masing-masing dalam hening. Sebagian diriku ingin melabraknya saja. Meski aku yakin tindakanku jelas sia-sia. Maka kukirimkan pesan melalui tatapanku dan kuyakin ia bisa mengetahuinya.

1jealous1

Kamu mungkin lebih dulu mengenalnya. Dekat dengannya. Bahkan jauh sebelum dia mengenalku. Tapi toh akhirnya ia melabuhkan hatinya padaku kan?

Kamu mungkin selalu diajaknya kemana-mana. Sebelum aku mendampinginya. Bahkan mungkin sampai sekarang. Tapi, cincin berukir namaku dan namanya kan yang kini melekat di jari manisku?

Aku tahu ingatanmu kuat sekali. Itu salah satu alasan suamiku memilihmu jadi partner kerjanya. Sementara suamiku seringkali melupakan beberapa poin penting, kamu selalu bisa mengingatkannya tentang hal-hal kecil dalam pekerjaan kalian. Jika ia mencari informasi, ia pasti akan menemuimu. Aku tahu itu. Tapi terimalah kalau kenangan bersamakulah yang melekat kuat dalam pikirannya.

Selama ini aku memang lebih banyak diam. Kubiarkan ia mengajakmu kemanapun kalian ingin pergi. Kubiarkan kau menjadi partnernya saat kalian bekerja. Aku tak mempermasalahkan kalau itu menyangkut pekerjaan. Selama lima hari dalam seminggu. Harusnya itu sudah cukup kan?

Aku sudah mencoba bersabar. Semakin hari kurasakan kamu semakin dekat dengannya. Banyak sekali yang kalian kerjakan bersama. Tak cukup hanya masalah pekerjaan rupanya. Kau bisa menghiburnya juga sekarang??

Hey kau!
Menjauh dari priaku!

Hari itu priaku terlelap. Jatuh tertidur di sofa setelah semalam begadang menyelesaikan pekerjaan. Aku berjalan berjingkat agar tidak membuat suamiku terbangun. Ada yang harus kuselesaikan.

***

Aku melihatnya dari ujung tempatku berdiri. Ia terdiam. Kepalanya terkulai di atas meja kerja. Sama seperti suamiku, mungkin ia kelelahan bekerja.

Kesempatan yang bagus!

Dengan sisa amarah dan kecemburuan yang memenuhi kepalaku, aku menyergapnya sebelum ia bisa berkutik. Kutekuk lehernya hingga kepalanya tertunduk. Kubalik ia dan berusaha membuatnya tak berdaya. Terdengar suara erangannya yang tertahan kepitan tanganku. Kebencian merajaiku. Aku kalap. Kulakukan segala cara untuk melumpuhkannya.

Perlahan tapi pasti, aku tak lagi mendengar suaranya. Tidak juga erangan tertahan atau rintihan kepedihannya. Ia benar-benar tak berkutik.

Secepat kilat otakku bekerja. Meraih tas kresek hitam yang telah kupersiapkan sebelumnya. Kumasukkan potongan tubuhnya yang terkoyak, berusaha menghilangkan jejak.

Aku berlalu dengan menggengam beberapa potongan tubuhnya yang terburai dalam tas kresek hitam. Meninggalkan korbanku yang tak berkutik begitu saja. Bersikap wajar seolah tak terjadi apa-apa.

55

 

Saat aku tengah memasak di dapur, kudengar suamiku berkata dengan suara lantang dari kamar samping.

 

 

β€œDe..! Ade tadi beres-beres di ruang kerja Aa? Liat baterai sama kabel laptop Aa nggak?”

-selesai-
“Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma.”

Gambar diambil dari www.google.com

Iklan

25 pemikiran pada “[BeraniCerita #1] POSESIF

  1. Yess… udah kukira itu pasti laptop hihihihi ^^

    sejak kalimat “Kamu mungkin selalu diajaknya kemana-mana….” saya kok teringat kakak laki2 saya yang kemana2 pasti gak lepas sama benda satu itu hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s