Kompleks


Anak saya dua. Balita semua. Yang sulung 3 tahun 9 bulan, adiknya 1 tahun 6 bulan. 1,5 tahun. Dua-duanya aktif. Ah pokoknya benar-benar menguras tenaga. Saya pernah baca. Katanya, di dalam sebuah keluarga itu memang sebaiknya hanya ada 1 balita. Mungkin program pemerintah. Jadi kalau si kakak udah di atas 5 tahun barulah si ibu diperbolehkan untuk hamil lagi. Awalnya saya nggak mudeng maksudnya apa. Tapi sekarang saya mulai bisa meraba maksud program pemerintah ini (hasil penerawangan rinibee). Dan mungkiinn (ini mungkin lho ya? :mrgreen:) maksudnya supaya si ibu itu nggak stress. 😐

*menarik napas panjaang 😳

Untuk yang belum mudeng hubungan antara jumlah balita dalam rumah dan tingkat stress pada ibu-ibu, sini-sini. Duduk di sini. Saya akan coba jelaskan. Tapi tentu saja dengan teori rinibee yang masih diragukan kebenarannya. 😆

Jadi mari kita bahas satu persatu berdasarkan penerawangan pengalaman saya dalam mengasuh dua balita saya. Mungkin setelah mendengar penjelasan saya, anda akan berpikir bahwa program pemerintah itu mungkin ada benarnya. :mrgreen: 😆

 

  • MAINAN BARU

Si dede baru lahir. Si kakak belum tahu kalau dede ini manusia kecil. Mungkin dipikirnya dede ini mainan. Jadilah ia penasaran. Lalu bertanya-tanya. Apa yang akan terjadi kalau manusia kecil ini saya tekan hidungnya, mulutnya, matanya? Apa reaksinya ya?

0a
Boneka yang ini besaaarr sekaliii yaaa? :mrgreen:

Dan jobdesk emaknya bertambah:

“Memastikan si dede selamat dari pencetan yang membahayakan si kakak”

 

  • BERLAKU ADIL

Punya anak dua, tiga, empat dan seterusnya kendala utamanya adalah untuk bisa berbuat adil. Adil itu luaas sekali. Misalnya membelikan baju, sepatu, tas, barang-barang lain. Atau ketika si kakak mau ini si dede mau itu. Siapa yang harus didahulukan? Dan seringnya, si dede yang mengalah. Iya dede yang mengalah,

Kalau selama ini banyak yang bilang kakak yang ngalah, itu salah. Si dede justru yang lebih banyak mengalah. Ini pengalaman saya sendiri. Tapi sisi positifnya ngalah si dede ini dia sendiri yang menciptakan, bukan saya yang maksa. Atau mungkin sebenarnya karena dia belum paham ya? 😆

Jujur aja. Jeleknya si kakak, kalau ada benda yang dibawa si dede (misalnya mainan) dia pasti pengen juga megang. Padahal tadi-tadinya benda itu nganggur, nggak ada yang megang. Dan kejadian ini nggak hanya terjadi sekali – dua kali. Awalnya saya minta kakak untuk mengalah. Lalu lain waktu, gentian si dede yang diminta mengalah. Jadi mainannya bisa dipakai secara bergantian. Berbagi sesama saudara. Naah jadinya lama kelamaan jadi kebiasaan. Tanpa diminta, si dede udah ngasih mainannya begitu saja. Diserahkan dengan sukarela begitu tahu kakaknya mulai bertingkah menampakkan keinginan memainkan mainan yang dipegang si dede.

Saya pusiing! Dilema. Kalau dua-duanya mau satu barang yang sama, siapa yang harus dimenangkan? Dan di saat-saat seperti itu, dede dengan sukarela ngasih mainannya.

Anak pinter!

1
Dua-duanya dibedong.. 😀

Lebih pusing lagi kalau si kakak mau pipis/pup. Sementara nggak ada yang bisa dititipin si dede. Duuh pusing saya. Akhirnya semua saya bawa ke kamar kecil. Pikir saya, yang penting dia berada dalam pengawasan saya. Paling-paling saya sediakan ember dan saya isi air. Dengan begitu si dede asyik main air sementara saya mengurusi kakaknya. Baru setelahnya dua-duanya saya bersihkan. Ganti baju. Beres. 😉

 

  • PENGAWASAN

Kadang-kadang, kalau kepepet harus ke kamar mandi/sholat saya lebih mengandalkan si kakak untuk menemani adiknya. Dia bisa diandalkan. Dia tahu kalau saya membutuhkan bantuannya dan menjaga adiknya adalah tugas besar yang disukainya. Tapi itu kalau benar-benar dalam kondisi normal. Tapi seringnya terkadang jadinya mereka malah berantem sendiri. Yang rebutan hp, boneka cantik, atau si adik yang gemes dan menarik-narik rambut kakaknya. Tapi sejauh ini mereka berdua manis kok. Kan bersaudara, jadinya akuur. 😀 :mrgreen:

11111
Serba-serbi Syifa & Reina..

Si kakak seneng punya temen main si dede. Dan dede juga seneng mainan sama si kakak. Terkadang terdengar gelak tawa keduanya, saat si kakak sedang bermain ‘mamah-mamahan’ sama si dede, atau main angry bird di hp mama, muter-muter lagu bintang kecil, atau nina bobo. Rasanya seneeng lihat mereka akuur. Saya pun bisa melakukan tugas rumah tangga saya dengan lebih leluasa. Tapii.. saking kompaknya, mereka berdua suka melakukan hal-hal yang tidak terduga. Bersama-sama pula!

Dan kalau saya lengah, inilah yang kemudian terjadi.

TARAA…

reina how
tiba-tiba nangkring di atas meja
duo
Serba-serbi Reina + Syifa

Tetiba saya melihat Reina udah nangkring di atas meja. Atau duet kakak beradik ini beraksi sambil naik-naik motor yang lagi diparkir, naik-naik pager :|. Dan lebih seringnya salah satu dari mereka ada yang nangis. 😆 :mrgreen:

Rumah jadi raammeee…!! 😆

Namun, bagaimanapun juga, keberadaan mereka berdua melengkapi hidup saya. Tanpa keduanya hidup saya mungkin monoton. Cuma berjalan biasa-biasa saja. Cuma wajar-wajar saja. Dan dengan segala keunikan dan betapa kompleksnya mereka justru memperkaya keluarga kami.

tiga

Mungkin banyak yang belum saya bahas. Tapi duo krucil sudah menunggu saya. Lain waktu kita bahas lagi ya.. 😀

Sampai jumpa!

Selamat siang. Di sini Bandung cerah ceria.. 🙂

*dan tulisan ini baru bisa dipost-kan sore harinya.. 😆

Iklan

6 pemikiran pada “Kompleks

  1. Lucunya … si dede cewek toh, tadinya kira cowok *liat rambutnya hihihi*
    Seru ya mbak. SUlung saya usianya 5 tahun waktu adiknya lahir, adiknya dijadikan bahan eksperimen, ubun2 adiknya pernah ditekannya sampai bertanda cap jempol dia .. stres saya ngeliatnya hiks …

    Trus yang ketiga lahir waktu yang kedua usianya 3 tahun. Karena yang kedua cewek, alhamdulillah bisa ngemong adeknya.

    Sekarang usianya 11,5 tahun, 6 tahun, dan 3 tahun. Tetap heboh. Yang sulung masih harus diurusin kayak balita karena susah makan. Si sulung ini juga masih suka bereksperimen dengan kedua adiknya. Sehari2nya, gantian adek2nya dibikin teriak2. Sepertinya dia senang mendengar konser dari mulut adek2nya.

    Sekarang balita saya cuma 1 tapi tetap saja hhhhebohhhh mbak *saking hebohnya 😛 *

    Tapi seru. Sy yakin suatu saat nanti pasti merindukan saat2 ini 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s