Belagu


Akhir-akhir ini saya lagi diuji masalah komunikasi.

Serius. Lebih dari satu orang yang saya hubungin lewat handphone nggak bisa sukses tersambung dengan baik. Padahal ponsel itu kan buat komunikasi. Menghubungkan yang jauh agar terasa dekat. Bukan sebaliknya. Tapi ponsel jaman sekarang malah menjauhkan yang dekat. *eh? 😀

Balik lagi ke masalah komunikasi.

 

Nah ponsel saya (nggak tahu ponsel yang lain) punya menu SMS, TELEPON. Itu standardnya kan ya? Yang bisa BBM-an, WHATSAPP-an, YM-an, CAMERA, TWITTER nggak saya bahas dulu ya. Itu semua nasib loe masing-masing bisa beda, tergantung jenis ponsel masing-masing dan kegaptekan pilihan pemiliknya.

Suatu hari saya menghubungi seorang rekan. Lewat sms. Cuma, sms itu kan short message service. Jadi ya harusnya short aja ‘pesannya’. Kalau ngga short tangannya keriting.. 😛

SMS sama Whatsapp akhirnya lebih gampang whatsapp. Jadi saya pake whatsapp. Tetep aja kalau yang diomongin banyak akan lebih mudah kalau ngomong langsung kan? Yaitu telepon. Maka saya menawarkan untuk menelepon saja. Masalahnya kali ini gayung saya ngga bersambut. Itu sekali.

Besoknya.. besoknya daaaan seterusnya tawaran saya buat nelepon ngga pernah disambut dengan ucapan “Oke”. “Silakan”. “Saya tunggu ya”.

Tapi dengan penolakan demi penolakan.

 

Singkat kata segala penolakan itu mulai kerasa nggak wajar tatkala kesan ‘saya ngejar mulu sementara di ‘sana’ semakin jual mahal’. Hingga sampailah kekesalan saya dengan mengetikkan kata.

“Sok sibuk”

“Belagu.”

Iya. Tadinya saya mau bilang kemalan. Kemalan ini Bahasa Jawa. Nah berhubung sebaiknya kita pakai bahasa yang mudah dipahami kedua belah pihak, jadinya yang kepikiran itu kata belagu.. Sinonimnya sepadan nggak ya? 😀

Itu masalahnya.. :))

Kata belagu yang terlanjur terucap malah membuat masalah jadi runyam. Singkat kata teman saya ini kesinggung tingkat kabupaten. Padahal kalau dibalik saya yang dikatain belagu, mungkin ngga akan semarah itu. Emang kata belagu bisa membuat orang uring-uringan sejauh mana siih?

 

Ada yang mau share?

 

Iklan

2 pemikiran pada “Belagu

  1. As we’ve talked yesterday, lebih baik dimaafkan saja. Dan gak ada lagi kata “Belagu” ok.. It’s just life, isn’t it, sometimes people get grazy… 🙂 [just dont get even grazier]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s