Beberapa hari yang lalu rumah saya didatangi dua orang petugas. Meski saya ngga yakin kalau petugas ini beneran petugas. Soalnya dia ngga pakai seragam dan ngga bawa tanda pengenal. Dia ‘hanya’ membawa selebaran, dengan beberapa sachet (mirip bungkus jamu sebenarnya) yang disebutnya sebagai upaya pencegahan menyebarnya filariasis atau biasa dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Lalu saya tanya dari mana si ibu dan mas-mas ini? (Lebih banyak ibu itu yang bicara dengan intonasi yang cepat cenderung terburu-buru dan seakan ingin bergegas -banyak yang harus didatangi alibinya, πŸ˜€-). Saya lupa pokoknya dia utusan dari lembaga apa gitu untuk memberikan selebaran dan tujuh sachet sebagai larutan yang dicampur ke air saat mengepel untuk mencegah penularan filariasis.

contoh sachet
selebaran dan sachet itu..

Memang di tahun 2011 penyakit ini banyak dibicarakan. Di kecamatan Bale Endah – Bandung sudah ada yang terjangkiti dan diberikan obat massal pula. Memang agak menakutkan ya.

Nah saya tanya surat jalan yang diketahui oleh RT dan RW (surat jalan begini biasa ditanyakan di rumah bapak dan ibu saya di Surabaya -mencegah pungli dan penipuan juga :D) tapi si ibu ini malah menjawab RT dan RW juga didatangi (olehnya) :P. Ini jelas ngga menjawab pertanyaan saya tho?

Saya pikir larutan dalam sachet ini gratis. Nyatanya dia membradol 7 sachet tersebut seharga Rp. 20.000 dan meminta saya menempel selebaran (bahkan bukan stiker!) di depan rumah tanda sudah didatangi petugas (dia kira sensus :D).

Saya mikir-mikir.. Bayar apa ngga ya?

Sebagian diri saya nuduh ragu-ragu apa ini penipuan? Tapi sebagian yang lain khawatir kalau ini ternyata betulan program pemerintah. Ah, saya berprasangka baik saja. Dan dengan niat melindungi keluarga, saya pun menyerahkan lembaran berwarna hijau itu kepada si ibu, ditukar dengan tujuh sachet dan selebaran bergambar perempuan ngepel. Sambil berkata,

Biasanya ada surat jalan bu. Dan lebih mudah juga bagi ibu (menyampaikan pada para warga) jika ada surat jalan (dari RT/RW).. (lha kok saya malah ngasih saran.. hehe.. :D)

Demikianlah.

Lalu saya tunjukkan suami saya, dengan penjelasan ala saya. Katanya “adek beli?”

“iya”

“itu mah kaya yang buat (membasmi) jentik-jentik nyamuk (maksudnya abate)” (setelah saya googling dan harganya pun cuma setengah dari yang saya bayarkan! tiba-tiba suara bang bajuri membahana “oneeeng.. oneeeng!” :D)

“jadi ini penipuan ya?”

“iya..”

Ya Allah.. Semoga hal ini nggak menimpa temen-temen yang lain ya..! Jangan ditiru (kecerobohan saya) :P!

Dan semoga saja, uang yang saya keluarkan tadi bisa mengembalikan si ibu dan mas-mas itu kembali ke jalan yang benar.. πŸ™‚

Saya ikhlas kok, bu. Tapi berhentilan menipu orang lain, kalau memang ini tipuan. Semoga bisa menjadi pelajaran buat yang lain. Jangan mudah dikadalin percaya kaya saya. (meski saya lebih waspada akan kesehatan keluarga saya). Etapi pas saya pikir, kalau bubuk abate masuk ke pel-pelan kan ya ngga ada manfaatnya tho?

Jiakakakakak… πŸ˜€

Sekian cerita ke-dudulonengan saya hari ini.. πŸ™‚

selebaran yang dibawa petugas gadungan..
selebaran yang dibawa petugas gadungan..
Iklan

6 pemikiran pada “Kisah selebaran dan sachet ajaib..

  1. dulu juga pernah ada yg kaya gitu dateng ke rumah.. ditanya mana surat pengantar dari RT/RWnya.. trus dia bilang udah ijin ko, cuman emang blum ada suratnya.. langsung lah lia omelin.. kbetulan waktu itu RWnya papah dan dia ga ijin tuh sama papah πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s