jak dulu, kalau ditanya pekerjaan rumah tangga apa yang paling susah (baca: nggak dikuasai) untuk dilakukan? Meski nggak bakalan mengakuinya, saya pasti akan jawab: cooking alias masak atau meracik bumbu-bumbu dan bahan makanan menjadi hidangan yang layak dimakan. :mrgreen:

Ini beneran deh. Saya bisa kalau disuruh nyapu, ngepel, beberes bahkan mencuci baju, piring atau bahkan ngosek kamar mandi bin setrika, semua bisa saya kerjain. Ya.. nggak jago-jago amat sih. Tapi minimal bisa lah.. :P.

Nah kalo disuruh masak..

JDER!

Saya angkat tangan. Hehehe..

Bukan. Bukan nggak bisa sama sekali. Kalau goreng-menggoreng saya bisa kok. Dan masak air pun nggak sampe bikin panci penyok karena kepanasan bin kemlingkingennn..

Ayolah.. Saya nggak separah itu..

Tapi masalah sesungguhnya lebih dikarenakan…
…saya nggak bisa ngulek.

Ini serius. Saya nggak bisa ngulek bumbu jadi bumbu halus. Sedangkan di beberapa resep masakan selalu ada kata ‘bumbu yang dihaluskan’ untuk kemudian ada lagi bahan ini dibeginikan lalu itu dibegitukan dan demikian demikian.. bla bla bla.

MUMET.

Saya langsung nggliyeng. Tapi ketika saya lihat chef Farah Quinn masak, saya langsung berbinar-binar. Nggak sekalipun si chef sexy ini terlihat ngulek-ngulek. Dia pakai ‘alat ajaib’ yang bisa menghaluskan bumbu. Kegiatan memasak jadi kelihatan mudah dan sexy. Keren. Dan saya jadi terinspirasi.

Ternyata memasak nggak sesulit itu deh. Hehehe..

Saya jadi sering melihat si Farah Quinn beraksi. Berlangganan tabloid Nova untuk mempelajari dan mempraktekkan beberapa resep masakan. Dan nggak hanya itu, beberapa acara masak lain seperti Master Chef juga saya ikuti. Dan sepertinya memasak itu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Apalagi melihat dapur di galeri Master Chef yang menggunakan peralatan modern. Waah… saya jadi membayangkan bagaimana seandainya dapur mungil saya memiliki perlengkapan memasak seperti itu. Kalau boleh memilih, saya akan membuat dapur mungil saya menjadi menyenangkan untuk disinggahi. Kira-kira seperti ini mungkin ya..

Atau yang seperti ini.





Aah. Keren sekali kan? Dengan dapur bersih dan modern seperti itu, saya pasti bisa lebih bersemangat dan sekaligus juga bisa memasak sambil mengawasi dua buah hati saya yang sedang bermain di ruang keluarga. Praktis. Oh iya, gambar-gambar inspirasi di atas saya lihat di http://pinterest.com/MODENAid/design-inspiration/.

Dan tentu saja, peralatan memasaknya pasti sama seperti yang digunakan di galeri Master Chef, yaitu Modena. Iya, saya mengenal produk Modena untuk pertama kalinya ketika melihat acara Master Chef Indonesia yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta. Selain menggunakan produk Modena selama memasak di galeri Master Chef, para kontestan yang berhasil memenangkan gelar sebagai Master Chef Indonesia berhak membawa pulang produk Modena yang memang dalam ajang tersebut menjadi salah satu sponsor resminya. Waah.. beruntung sekali bukan? Saya yang di rumah menyaksikannya saja ikut senang jika memiliki dapur berisi produk dari Modena.

Kenapa harus Modena? Karena MODENA Indonesia telah hadir di Indonesia sejak 1981, menunjang gaya hidup modern masyarakat Indonesia dalam 3 lini kategori, yaitu cooking, cleaning & cooling, senantiasa menekankan pada aspek estetika desain, kaya akan fitur yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna (user friendly), menerapkan teknologi terkini serta ramah lingkungan, solusi cerdas dalam menciptakan smart living , menciptakan kualitas hidup yang lebih baik dan direkomendasikan bagi masyarakat Indonesia.

Tuh.. Cocok banget kan buat saya yang baru tahap awal belajar memasak?

Nah untuk peralatan masaknya saya perlu kompor. Pilihan saya jatuh ke VETRO BC – 1940. Dengan bahan vitroceramic hitam membuat kompor listrik ini terlihat elegan. Apalagi saya punya dua balita. Kompor listrik ini jauh lebih aman untuk anak-anak saya.

Selain itu, suami saya berasal dari keluarga besar, di mana pada setiap akhir pekan kami selalu menyempatkan diri untuk bisa berkumpul bersama dengan ibu, kakak dan adik ipar serta para keponakan. Jika nantinya keluarga besar dari pihak suami berkunjung dan memilih untuk berkumpul di rumah, maka kompor dengan 4 area masak dan sistem pengoperasian touch control ini diharapkan bisa digunakan untuk memasak dan mempersiapkan makanan dengan waktu yang lebih cepat.

VETRO – BC 1940

Dan setelah memasak, Valido – WP 600 siap dioperasikan untuk membantu mencuci piring dan peralatan masak. Sementara kami sekeluarga bisa menghabiskan waktu bercengkerama lebih lama tanpa disita oleh waktu untuk mencuci piring setelah selesai makan. Hidup jadi terasa lebih mudah.

VALIDO - WP 600
VALIDO – WP 600

Sebenarnya impian saya yang lain adalah saya juga ingin bisa membuat kue-kue kering, pizza atau cupcake dan rainbow cake yang lagi hangat dibicarakan itu. Untuk itu saya memerlukan sebuah oven. Dan sepertinya microwave oven BUONO – MV 3002 akan jadi pilihan saya. Bentuknya yang cantik dan simple tapi cukup bagus untuk memanggang pizza atau membuat cupcake.

BUONO – MV 3002

Dengan membayangkan semua peralatan modern itu mengisi dapur mungil saya saja sudah membuat saya merasa bahagia. Tak terasa dua jam sudah saya menghabiskan waktu ngubek-ngubek di http://www.modena.co.id untuk melihat beberapa produk yang ditawarkan. Dan ternyata ada harga promo sampai dengan 31 Desember 2012. Waah.. penawaran yang sangat menarik!

Nah.. itu dia My (dream) Story with MODENA. Untuk yang belum jelas produk-produk apa saja yang ada di MODENA selain barang-barang impian saya di atas, atau hanya sekedar ingin melihat produk apa saja yang ditawarkan dengan harga promo, silakan kunjungi langsung ke website-nya di http://www.modena.co.id atau bisa juga mampir di sini:

– https://www.facebook.com/ModenaIndonesia
– https://www.facebook.com/MODENACookingClub
– https://twitter.com/@MODENAIndonesia
– http://pinterest.com/MODENAid/
– http://www.flickr.com/photos/modenaindonesia
– http://www.youtube.com/MODENAIndonesia

Tulisan ini disertakan dalam kontes blog My Story With MODENA.

 

Iklan

13 pemikiran pada “My (Dream) Story With MODENA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s