Salah seorang sahabat saya sesama penulis blog sedang berbahagia. Karena sebentar lagi ia akan mendapatkan panggilan baru menjadi seorang bunda. Untuk menyambut hadirnya sang buah hati, mba Armita pun membuat event Welcoming Baby Giveaway. Dan sekarang saya akan membagi kisah saya dan pembuatan nama buah hati kami.. 🙂

Saya dan suami berasal dari dua kebudayaan yang berbeda. Saya lahir dan dibesarkan dalam adat Jawa yang cukup melekat kuat sedangkan suami saya berasal dari tanah Pasundan. Saya dibesarkan dalam keluarga beranggotakan lima orang (ibu, bapak dan tiga orang anak) sedangkan suami saya memiliki lima saudara. Jika sampai saat ini ibu dan ayah saya tercatat memiliki ‘hanya’ 5 (lima) orang cucu, sampai saat ini ibu mertua saya -bapak mertua saya sudah meninggal dunia- sudah memiliki 22 (dua puluh dua) orang cucu. Dan mungkin bisa bertambah. :mrgreen:

Kebayang bedanya kan?

Belum lagi masalah selera. Baik makanan dan tempat berlibur juga memiliki perbedaan. Saya sangat menikmati bermain di laut dan pantai sedangkan suami saya suka berpetualang dan bersepeda ke gunung. Kalau saya lebih memilih menikmati es krim coklat sebagai cemilan, suami saya justru memilih untuk menikmati segelas yoghurt strawberry.

Meski demikian semua perbedaan yang ada di antara kami justru membuat kami semakin kaya.

Ketika mendekati kelahiran putra pertama kami, suami saya pun mulai sibuk mempersiapkan nama untuknya. USG memberikan gambaran bahwa janin dalam perut saya adalah seorang bayi perempuan. Berbagai nama saya sodorkan kepada suami. Nama yang saya temukan dari buku yang dihadiahkan seorang sahabat pada saya. Buku yang diharapkan mampu menginspirasi saya untuk menemukan nama yang terbaik.

Salah satu nama yang saya sodorkan adalah Atiqah, yang berasal dari bahasa Arab dan berarti jernih, mulia. Tapi ternyata langsung ditolak oleh suami. Bukan. Bukan arti nama atau namanya yang nggak bagus. Tapi justru alasan simple karena nama tersebut sudah dipakai oleh atasan suami sebagai nama anaknya.. Hehehe.. 😀

Beberapa nama lain sudah saya sodorkan. Baik nama tunggal maupun dalam bentuk rangkaian. Tapi semuanya belum berhasil menggerakkan bibir suami saya untuk berkata Iya atau Oke. Akhirnya nama-nama itu saya pakai saja. Sebagai nama tokoh cerita yang saya buat. Kebetulan saya suka membuat cerita pendek.

Sampai akhirnya lahirnya seorang bayi mungil berambut lebat pada tanggal 27 Maret 2009 jam 15.25 WIB. Suami saya pun memberinya nama Syifa. Syifa yang memiliki arti penawar. Meski demikian suami saya masih belum bisa merangkainya. Apakah akan dirangkai dengan nama Syifa Salsabila atau justru Salsabila Syifa?

Syifa Adya Salsabila
Syifa Adya Salsabila

Saya pun melihat ke arah suami saya yang saat itu tengah berada di depan komputer sambil mendengarkan lagu. Lagu Adia yang beberapa kali diputar selama saya tengah hamil besar. Saya pun mengusulkan bagaimana kalau nama Adia dimasukkan dalam nama anak kami. Suami tersenyum lalu mulai merangkai. Adia diubah menjadi Adya. Adya Syifa Salsabila? Tanyanya. Saya pun berkata jangan, karena kalau disingkat dan diambil huruf awal dari tiap kata pada namanya, nanti konotasinya kurang bagus. Bagaimana kalau Syifa Adya Salsabila saja? Tawar saya. Dan suami pun mencari arti kata nama anak kami secara keselurahan. Lalu dengan raut wajah bahagia ia menceritakan arti nama Syifa Adya Salsabila. Yang diambil dari bahasa Arab dan India.

Syifa Adya Salsabila. Penawar yang berasal dari mata air surga.

Dan ternyata, ketika huruf pertama dari tiap kata pada namanya disingkat, akan mengingatkan saya pada seorang laki-laki hebat yang sangat saya sayangi. Ya, itu adalah nama ayah saya. 🙂

Sesuai dengan namanya, Syifa sang penawar pun membawa doa kami sebagai orang tuanya. Semoga kehadiran Syifa dalam keluarga kami bisa menjadi penawar segala kesedihan dan membawa rasa bahagia.

Itu cerita tentang kelahiran Syifa. Sedangkan Reina, putri kedua kami memiliki cerita yang cukup singkat. Reina lahir pada tanggal 22 Juni 2011. Sama seperti kakaknya, saya serahkan sepenuhnya pemilihan nama pada sang ayah. Maka sekitar seminggu setelah kelahirannya terciptalah nama Reina Nur Alisya.

Reina Nur Alisya
Reina Nur Alisya

Reina (Spanyol) atau dari bahasa asli Latin RAINA atau RAYNA sendiri memiliki arti Queen/ratu. Tapi karena masih kecil saya menyebutnya sebagai ‘putri’, sedangkan Nur (Arab) berarti ‘cahaya’ dan Alisya dari bahasa Jerman kuno ALICIA atau bisa juga ALISHA memiliki arti ‘kejujuran’.

Selain itu, ALISYA atau ALICIA (Spanyol) memiliki arti lain noble yang jika diartikan bisa berarti ‘kemuliaan’. Jadi jika setiap kata dari namanya dirangkai menjadi satu kesatuan, maka

Reina Nur Alisya memiliki makna seorang putri yang membawa cahaya kemuliaan / kebaikan.

Ya, karena setiap putri membawa cahayanya masing-masing. Semoga putri kedua kami ini membawa cahaya kebaikan tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi keluarga kecil kami, bagi kerabat dan saudaranya juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Setiap anak adalah anugerah yang terindah, dan setiap nama adalah doa. Semoga putri kami tumbuh menjadi anak yang sholeh, taat beribadah, dan berbakti kepada kedua orang tuanya serta bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Aamiin.

Reina dan Syifa
Reina dan Syifa

Oh ya, mungkin ada yang bertanya kenapa huruf awal namanya R, tidak S seperti sang kakak? Ketika saya tanyakan pada ayahnya, jawabannya adalah karena Reina lahir di bulan Rajab, juga di hari Rabu dan yang paling penting.. ibunya pun memiliki nama berawalan huruf R *kalo yang ini saya yang ngarang.. :mrgreen:

Untuk mba Armita yang Insya Allah memiliki anak laki-laki, saya mau menyumbang nama. Nama itu berasal dari bahasa Sansekerta. Adhikari Mahatma Maharishi yang artinya laki-laki istimewa yang bijaksana dan berjiwa besar.

Demikianlah kisah saya tentang pembuatan nama kedua putri mungil saya. Juga untuk memeriahkan Welcoming Baby Giveaway-nya mba Armita Fibriyanti dan mas Pupung yang tengah berbahagia. Jadi jangan ragu-ragu, buat temen-temen yang juga ingin berbagi kisahnya memberikan nama pada buah hatinya.

“BEAUTIFUL NAME FOR SMART BABY by Armita Fibriyanti”

Iklan

8 pemikiran pada “Di balik nama duo neng geulis..

    1. Hehehe.. Saya suka namanya. Kayanya gagah… 😀

      *lha kok malah dipuji sendiri.. Wkwkwkwkwk..

      Kebetulan belom punya anak cowok mba Lies.. Jadi nyumbang nama dulu buat mba Armita.

  1. cerita mba rini hampir mirip sama aku… aku jawa, suami sunda// aku suka laut, suami suka gunung// aku keluarga kecil, dia keluarga besar.. skrg tinggal di bandung 😀

    btw, neng syifa mirip bener ya sama mba rini… hehee. subhanallah arti nama dari anak2nya luar biasa bagus ya.. inspiratif dan semoga kelak seperti yang tercermin dalam namanya ya

    saya juga suka bgt dg tawaran nama dari mba rini nih, Adhikari Mahatma Maharishi. coba tak tawarin ke suami. siapa tau dia berkenan dan sreg..

    tunggu pengumumannya 25 Des ya Mba Rin. thx

    *ohya, btw nama Alesya mirip sama anaknya Astri, Aleisha 🙂 janjian yah? hehehe

    1. Duuh sehati dong kita? 😀

      Aamiin.. Matur nuwun doanya buat anak-anak saya.

      Alhamdulillah juga kalau suka sama nama yang saya tawarkan. Saya juga suka lho namanya.. 🙂

      Tapi anak saya cewek semua..

      Nama anak saya Alisya. Eh mirip anaknya mba Astri yang Aleisha ya? Padahal ngga janjiannn..
      Teriring doa saja. Semoga keduanya menjadi putri-putri yang sholihah dan membawa kebaikan.. 🙂

      Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s