Aku, pak becak serta kresek dalam genggamanku..


Pagi ini saya ke pasar. Berbelanja barang kebutuhan. Beras 5 kg, sabun cuci cair 3 renteng, kopi sachet 2 renteng, lalu sabun pel, lalu sabun cuci piring, juga sayur mayur untuk dimasak. Ada wortel, ada buncis, kentang, lalu daun bawang dan teman-temannya. Tak lupa membeli ayam 1 ekor.

Waah.. sudah berat bawaan saya. Mari kita panggil bapak becak.

“Saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki.. Melihat dengan asyik ke kanan dan ke kiri..” (syair lagu Pak Becak)

Hingga lalu tersadar. Ada yang ketinggalan.

“Pak becak, berhenti dulu ya. Ada yang ketinggalan.”

Becak berhenti dan saya memasuki toko serba ada bergambar lebah di depannya. Mencari gula dan minyak goreng.

Selesai membayar, saya keluar. Mencari pak becak dengan barang belanjaan saya di atas becaknya.

Tapi dia tak ada. Juga keranjang sayur, beras 5 kg saya serta sabun cuci dan teman-temannya. Kemana dirimu pak becak?

Aku mengarahkan pandangan ke sekelilingku. Hingga tersadar bahwa pak becak itu sudah pergi. Membawa semua belanjaanku besertanya.

“Oalaaahhh pak becak.. Mengapa kau pergi? Tak bisakah kau menunggukuuu? Oalaaah pak becak..” ujarku lirih dalam hati. Aku terduduk di depan supermarket bergambar lebah di depan pintunya. Dengan kresek belanjaan di tanganku. Kutatap nanar gula dan minyak goreng di dalamnya.

“Harusnya kau tak pergi dulu pak becak. Ini minyak goreng dan gula pasirnya ketinggalan..”

***selesai***

#fiksimini
#flash fiction

Iklan

4 pemikiran pada “Aku, pak becak serta kresek dalam genggamanku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s