Akhirnya aku menemukanmu..


Aku duduk di depan sebuah kafe di ujung jalan Mahoni. Seperti biasa. Aku akan selalu menunggunya untuk kemudian bersama-sama masuk ke dalam kafe yang memiliki nama yang sama dengan nama jalan yang melintasinya. Kafe Mahoni. Yang seluruh meja dan kursinya memang sengaja dibuat dari kayu mahoni.

Sudah hampir sembilan tahun kafe ini menemaniku dan Aira  menghabiskan sore bersama. Selalu seperti itu. Mengambil tempat persis di depan jendela yang berseberangan dengan sebuah kios bunga hanya untuk bersama-sama membicarakan tentang buku dan film yang sudah kami tonton untuk didiskusikan.

Aku baru saja mengutarakan argumenku tentang film Testpack  dan membandingkannya dengan novel dengan judul yang sama ketika Aira menatapku tajam tanpa bersuara. Aku pun ikut terdiam. Tak biasanya gadis ini tak bersuara. Kuberanikan diri bertanya.

“Kenapa Ra? Loe sakit?”, tanyaku.

“Wi.. gue mau nanya sesuatu yang penting. Tapi loe harus jawab jujur.”

Aku mengangguk. Dan Aira meneruskan ucapannya.

“Berapa lama sesorang bisa move on dari sakit hati?” tanyanya tanpa ekspresi.

Aku terdiam. Lalu menjawab pertanyaannya meski masih sedikit ragu.

“Tergantung. Bisa setahun, atau cukup enam bulan.” jawabku.

“Termasuk elo sendiri?” kejarnya.

“Secara loe udah ngga kelihatan menggandeng siapa-siapa belakangan ini” tembaknya. Dan aku terperanjat.

Believe me, gue udah move on kok..” aku tersenyum. Berdoa dalam hati supaya Aira tidak mencecarku dengan kalimat lain yang mengintimidasi. Buru-buru aku menyambung kalimatku.

“Elo apa-apaan sih? Nanya pertanyaan kaya gini pake tatapan  menusuk setajam belati..” candaku.

“Ngga.. gue cuma pengen jaga perasaan elo aja. Gue ngga pengen kalo gue cerita ntar nyakitin perasaan loe” ucapnya penuh tanda tanya.

“Maksud loe?” aku mengernyitkan dahi dan mencoba mencerna ucapannya.

“Dewi sayaaangg.. Gue dilamarrrr..!!” Aira mengerjapkan mata lentiknya. Tak perlu bertanya kalau itu adalah hal yang paling membahagiakan untuk Aira. Setelah Dion secara terang-terangan memutuskan tali pertunangan dengan menikahi tetangganya sendiri dengan alasan dijodohkan.

Mau tak mau aku ikut antusias mendengarnya. Sungguh aku ikut bahagia untuknya meskipun berita ini juga mengejutkan aku. Belum sempat aku menenangkan diri dari keterkejutanku, ponsel Aira berdering. Seseorang di seberang sana menyapanya. Tak lama Aira mohon diri untuk menemui seseorang di depan kafe.

Aku bergeming.

Sungguh. Sepertinya aku sedang bermimpi. Dan tak lama suara Aira membuyarkan lamunanku.

“Wi.. kenalin. Ini tunanganku.. Namanya..”

Aku mengangkat wajahku. Memandang lelaki tampan di samping Aira. “Damar..” aku berbisik dalam hati. Dia Damar. Lelaki yang pernah mengisi hatiku sepuluh tahun yang lalu. Lelaki yang pernah kusebut belahan jiwaku. Mantan terindahku.

 

Ah Damar.. Akhirnya aku menemukanmu..

Iklan

2 pemikiran pada “Akhirnya aku menemukanmu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s