Di bawah pohon itu


Di bawah pohon ini..
Ada kenangan yang terkubur,,
Kenangan aku dan kamu..
Kenangan dari masa lalu..

Hari itu.. aku dan kamu di sini
Mengubur sebuah kenangan..
Ada benda kesayanganmu
Dan benda kesayanganku..
Kita kubur bersama
Untuk sebuah perjanjian

Aku menyimpan boneka dan buku harianku….
Kamu menyimpan bola dan agenda dariku..
Kita berdua pun berjanji
Suatu saat nanti akan kembali..
Untuk bersama-sama menggali kembali..
Kenangan yang kita kubur di sini..
Di hari yang kita sepakati bersama…
***

Kini.. Tiga bulan telah berlalu..
Sejak terakhir kali kita berdua berdiri di sini..
Mengubur semua kenangan itu..
Kali ini aku sendiri..
Diam tak bersuara..
Mengenang semua tentang kita…
Kuselesaikan menulis surat cinta padamu.
Melipat suratnya..
Dan menggali kembali segala kenangan itu.
Sendiri..
Tanpamu di sisiku.

Aku meletakkan bungkusan tersebut
Tepat di samping peti besi yang kita simpan bersama..
Kuletakkan bungkusan putih itu di sana..
Aku meraih peti besi kita.. membukanya..
Lalu meletakkan sepucuk surat padamu..
Kelak engkau akan mengerti..
***
Seorang pria muda berdiri di bawah sebuah pohon rindang.. diam tak bersuara.. hanya terdengar suara desir angin.. menemaninya dalam diam.. Ia melirik jam di pergelangan tangannya.. Pukul 4 sore.. Sudah lebih dari 6 jam dari waktu kesepakatan mereka.. Sang pria pun meraih cangkul di sebelahnya.. menggali tepat di samping kanan pohon itu.. Di tempat kenangan antara dirinya dan cinta pertamanya.. Cinta pertama yang takkan mungkin dilupakannya..

Ding….ding….
Cangkul sang pria menyentuh sesuatu yang keras.. Peti besi milik mereka.. Dengan kedua tangannya sang pria menarik peti tersebut, membukanya perlahan. Melihat benda-benda yang dikenalinya.. Ada boneka milik sang kekasih, diary, agenda, bola favoritnya serta..
sebuah surat bersampul pink…

Sang pria meraih surat itu dan mulai membacanya..

 

“Sayang, maafkan aku.. Aku tak dapat menepati janji untuk membuka kenangan ini bersamamu.. Sesuai janji kita, seharusnya kita akan sama-sama kembali tepat di hari ini.. dua tahun sejak kita mengubur kenangan ini berdua..
Hari ini aku kembali sayang.. menyimpan sesuatu yang sama-sama kita cintai.. Yang seharusnya menjadi kebahagiaan kita berdua kelak.. Maafkan diriku karena aku tidak dapat menjaganya dengan baik..

Ya sayang.. di sini aku mengubur janin anak kita..”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s