Eksis dengan Internet? Hayuuk ajaah..!


Alkisah, semenjak Juli 2008 yang lalu saya memutuskan menjadi seorang perempuan rumah tangga. Saya sempat bekerja selama dua tahun sebelum memutuskan menikah. Rencananya, saya masih akan tetap bekerja setelah saya pindah dari kota pahlawan – Surabaya tempat saya dibesarkan, menuju ke kota kembang – Bandung tempat tinggal saya yang baru setelah menikah, mengikuti suami saya yang memang berdomisili di Bandung.

Namun, ternyata bulan kedua setelah menikah, saya keburu hamil, jadi suamipun meminta saya tinggal di rumah saja, menjadi perempuan rumah tangga sejati full time.

Dan dimulailah petualangan baru saya sebagai perantauan, anak kost dan sekaligus istri. Tiga hal baru yang mendadak saya sandang. Kalau dulu, jangankan bekerja di luar kota, memilih kuliah di luar kota saja saya nggak akan mendapat ACC bapak saya. Katanya, anak perempuan kuliahnya yang dekat-dekat rumah saja. Maka, saya nggak pernah merasakan jadi anak kost. Kesian bener ya? :P. Bener deh. Saya penasaran setengah idup gimana rasanya jadi anak kost yang menurut saya sebagai orang awam keliatan nyenengin banget itu.. :mrgreen:

Hehehe..

Berhubung setelah menikah saya dan suami menyewa satu kamar kost saja, maka pekerjaan saya sebagai perempuan rumah tangga otomatis cepet kelar. Jika saya beberes sekitar jam 7 pagi selepas suami saya berangkat kerja, maka jam setengah sembilan saja saya udah nggak ngapa-ngapain lagi. Kesian bener ya? Karena memang sudah nggak ada kerjaan lagi.. 😀 Hahaha..

Sementara ketika saya kerja, saya punya banyak waktu mulai jam 8 pagi sampai 5 sore untuk mengisi waktu saya. Kerasa doong ya ‘nganggurnya’ pasca menikah. Nah.. untungnya saya nggak lama nganggurnya. Suami saya pun menyarankan saya untuk kembali menekuni hobby saya nulis. Waktu kecil, saya memang hobby korespondensi, dan terkadang sempat nulis curhatan di diary *ini mah nggak penting ya?!*. Dulu, saya sempat pula nulis blog ketika friendster masih booming. :D. Tapi semenjak saya konsentrasi ngerjain tugas akhir (skripsi) dan kerja, hobby saya nulis blog pun sedikit terabaikan.

Setelah menikah, suami saya berinisiatif membuatkan saya akun facebook -meski awalnya saya nggak aktif sama sekali- dan sekaligus membantu saya membuat blog di wordpress. Alhamdulillah, berkat facebook, saya ketemu banyak temen saya yang udah lama nggak kontak. Salah satu sahabat yang saya temui di dunia maya -sebenarnya kakak kelas saya waktu di kampus, tapi nggak pernah ketemu waktu ngampus :mrgreen:-, mengenalkan saya pada situs perempuan ngerumpi. Di sanalah saya mulai mencoba aktif kembali menulis.

Menulis itu seperti menumpahkan ide yang berseliweran di kepala saya ke dalam wadahnya. Dan selama sekitar dua tahun cukup aktif menulis di sana, saya pun mulai menikmati kembali dunia menulis.

Ketika mengandung anak kedua saya, otomatis kegiatan saya menulis di ngerumpi pun lama-lama menghilang berkurang, apalagi si kakak juga sedang aktif tumbuh dan berkembang. Saya kembali pada hakikat tugas utama saya sebagai perempuan rumah tangga.

Blog saya yang awalnya saya crossposting dari ngerumpi, akhirnya mati suri seiring tidak aktifnya saya di sana. Ketika keinginan menulis muncul saya pun kembali menulis di blog, tapi lebih banyak diisi dengan menulis cerita keseharian saya selama menjadi istri sekaligus ibu. Itupun nggak sering. Hanya sesekali saja. Belum lagi karena banyaknya pilihan game di Facebook, yang awalnya untuk mengisi waktu, lama kelamaan justru membuat saya keranjingan. Hingga suatu ketika, saya diseret diajak seorang teman untuk bergabung di sebuah group kumpulan para penulis, pencinta dunia menulis dan yang ingin menjadi penulis.

Dari sanalah beberapa kali saya mendapatkan informasi tentang lomba menulis. Iseng-iseng saya mengikuti beberapa lomba yang temanya saya kuasai. Tentu saja, berulang kali saya gagal. Namun alhamdulillah beberapa karya saya ada yang nyangkut dan lolos seleksi untuk akhirnya dibukukan bersama beberapa teman penulis lain dalam sebuah antologi.

Selain mengikuti lomba menulis dan beberapa event antologi bersama teman-teman penulis lain, ada juga proyek menulis yang dilakukan untuk saling menyemangati sesama pencinta dunia menulis. Salah satunya proyek nulis #15haringeblogff. Dari sekedar mampir saling menyapa dan membaca karya teman-teman yang mengikuti proyek tersebut, -saya mengistilahkan dengan blogwalking yang menyenangkan :D- akhirnya blog saya dikunjungi beberapa teman dan kami jadi saling mengenal dari event tersebut.

Saya bersyukur, keputusan suami saya membuatkan akun facebook untuk saya ternyata membuahkan banyak manfaat. Tak hanya bisa saling bertukar kabar dengan teman, rekan dan sahabat serta kerabat yang lokasinya berjauhan, juga bisa membawa saya pada banyak informasi tentang dunia menulis yang saya cintai.

Tak hanya eksis sekedar numpang narsis, berkat internet pula, saya mengenal situs nulisbuku. Dan beberapa tulisan saya tentang ayah, ibu, kakak dan orang-orang terdekat saya, akhirnya saya kumpulkan dan nekad saya bukukan di sana. Saya memang sengaja mempersembahkannya untuk ulang tahun ayah, ibu dan putri saya yang jatuh di bulan Maret 2o11 lalu.

Alhamdulillah.. 🙂

Internet memudahkan saya mendapatkan banyak informasi. Bagi saya eksis di internet itu nggak sekedar numpang nampang narsis. Tapi selama bisa mengambil manfaat positif, banyak hal yang bisa kita peroleh, termasuk berkarya sesuai dengan hobby dan kemampuan kita. Dan kebetulan saya suka menulis. Meski baru tahap belajar.. 🙂

Jadi, eksis dengan internet? Hayuuk ajaaah.. 😀 :mrgreen:

***

Tulisan ini disertakan dalam lomba blog dunia AXIS
info selengkapnya di sini.

Iklan

15 pemikiran pada “Eksis dengan Internet? Hayuuk ajaah..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s