Menikahlah denganku


Gadis berambut sebahu yang dibiarkan tergerai itu tersenyum padaku. Berlari mendekatiku lalu bergelayut manja di lenganku. Aku memanggilnya cantikku. Ia kesayanganku. Sejak pertama kali dipertemukan dengannya aku sudah jatuh cinta. Sejak saat itu aku berjanji dalam hatiku, akan menjaganya, mencintainya dan menyayanginya dengan segenap jiwaku.

Gadis yang mewarisi kecantikan ibunya itu sudah mengisi hatiku jauh sebelum ia menyadarinya. Tatapan matanya yang jernih, lesung pipitnya saat ia tersenyum, semuanya mempesonaku. Aku selalu dibuat tak berkutik olehnya. Dan semua permintaannya adalah perintah bagiku. Aku tahu bahwa aku salah terlalu memanjakannya. Tapi aku begitu mencintainya. Dan membuatnya bahagia adalah kebahagiaan untukku.

***

Siang itu aku menunggu di sebuah café. Si cantik mengirim pesan singkat melalui handphone-ku. Katanya ia merindukanku, dan ingin bertemu sekaligus memberikan kejutan padaku. Aku menyanggupi ajakannya. Dan segera menjadwalkan makan siang dengannya di café langganan kami. Sebenarnya aku masih memiliki janji dengan beberapa klien sebelum dan setelah makan siang, namun aku tak pernah sanggup menolak ajakannya. Maka meeting pun dipindahkan di café ini. Dengan demikian, aku bisa meeting dengan klien sekaligus menyanggupi permintaan si cantik. Dan di sinilah aku sekarang. Datang lebih awal untuk bertemu dengan seorang klien sebelum menemui si cantik.

Aku mengenali rambut hitam sebahu yang kali ini berhias bando putih tengah duduk di dekat jendela. Ia pasti tengah menungguku. Aku pun mendekat ke arahnya. Senyum tersungging di bibirku. Ah, dia semakin cantik saja.

Aku terlalu bahagia, hingga tak menyadari keberadaan pria muda dengan kacamata persegi di hadapannya. Seorang pramusaji membawakan pesanan keduanya. Dan aku hanya bisa terdiam. Bingung apa sebaiknya aku mendekat atau menunggu saat yang lebih tepat. Sungguh, aku tak mengira akan kehadiran pria ini di tengah-tengah kami. Ataukah pria ini adalah kejutan yang dimaksud oleh Reva?

Reva dan sang pria misterius itu tengah menikmati sepotong tiramisu saat aku berjalan mendekat ke arah mereka. Dari dalam potongan tiramisu yang tengah mereka nikmati, sebuah benda mungil berkilau terlihat. Sang pria misterius itu pun menariknya. Sesaat kemudian ia duduk bersimpuh di samping Reva, menatapnya sambil berkata,

“Menikahlah denganku”

Laki-laki itu melamar Reva!

Reva tersenyum dan mengangguk. Cincin berwarna silver itupun kini menghiasi jari manisnya. Mereka berpelukan erat. Dan saat itulah Reva menyadari kehadiranku. Si cantik menoleh ke arahku. Dan untuk pertama kalinya, aku bertatapan dengan sang pria.

Pria itu tersenyum. Wajahnya berseri-seri dan kedua matanya berbinar-binar. Sama seperti saat pertama kali aku bertemu dengan si cantik beberapa tahun silam. Wajah pria yang sedang jatuh cinta. Mereka mendekat ke arahku dan tangan Reva menggamit erat tangan sang lelaki. Aku mencoba untuk tersenyum, meski hatiku sedikit enggan. Semua kulakukan semata untuk menyenangkan cantikku. Reva menatapku dan pria di sampingnya bergantian. Lalu terdengar suara si cantik memperkenalkan kami berdua.

 

“Kenalkan ini Arman.. Dia teman dekat Reva.. Ini lho ‘kejutan’ yang Reva bilang tadi.. Arman, kenalkan.. ini papaku..”

-selesai-

The Last Day. Finally… :mrgreen:

Hari ke 15 bagian ke 2. #15HariNgeblogFF

Iklan

2 pemikiran pada “Menikahlah denganku

    1. Jiahahaha… Iya euy. Hawanya udah mau udahan FF-nya..

      *alesyan.. :mrgreen:

      Next time aku bikin lagi yang (mudah-mudahan bisa) endingnya nendang ya.. 😀

      Makasih udah setia mampir ya hani… 🙂

      *hug*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s