Merindukanmu itu seru!


Aku mempercepat langkahku, bergegas keluar dari pelataran kantor. Kulirik jam di pergelangan tanganku. Masih tersisa 45 menit sebelum kereta yang akan membawaku ke kota pahlawan meninggalkan stasiun Bandung.

Sebuah taksi berwarna biru – hijau melaju tepat di hadapanku. Tepat pada saat yang dibutuhkan. Dan tak lebih dari 20 menit aku pun tiba di stasiun. Kurogoh saku kemejaku, meraih selembar tiket dan menunjukkannya pada petugas. Kupercepat langkahku, bergegas mencari lokomotif dan deretan gerbong baja yang akan membawaku kepadamu. Ya, padamu. Gadis manis tinggi semampai berkacamata persegi dengan pipi chubby yang menggemaskan. Perempuan lincah nan ceria yang telah menjadi penghuni tetap di hatiku sejak dua tahun yang lalu. Sungguh. Aku sangat merindukanmu saat ini.

Sudah tiga purnama kulewatkan tanpa sekalipun bertatap muka dengannya. Jarak Bandung – Surabaya yang ditempuh tak kurang dari 13 jam dengan menggunakan kereta api, membuatku mau tak mau harus lebih banyak bersabar. Bersabar sebelum benar-benar dapat menjumpainya untuk saling melepas rindu.

Dalam hati aku bertanya-tanya, apakah nantinya pertemuan kami akan lebih banyak dihabiskan dengan berbincang, ataukah justru hanya terdiam dengan tangan saling bertautan? Ah.. aku sungguh penasaran.

***

Aku berdiri di depan rumah bernuansa hijau dengan perasaan gelisah. Jantungku berdebar keras. Semakin lama iramanya semakin cepat. Antara takut bercampur gembira. Entahlah. Seakan ada yang ingin melompat keluar dari dalam dadaku. Layaknya kucing dalam karung tertutup yang memberontak ingin melarikan diri.

Kuraih handphone dari saku celana panjangku dan menelepon kekasihku. Memastikan bahwa ia memang ada di rumah. Kukabarkan bahwa aku menunggunya di bawah pohon mangga. Ya, pohon mangga, pohon mangga siapa lagi kalau bukan milik bapaknya yang berada tepat di depan rumahnya.

Ia menjerit. Seakan tak percaya kalau aku memang benar-benar datang. Dan lebih kaget lagi begitu ia mengetahui bahwa aku menunggunya tepat di depan rumahnya. Ah.. kejutanku rupanya berhasil! Aku senyum-senyum sendiri. Bahagia tak terkira.

Sesaat kemudian ia sudah berada di hadapanku. Senyum tersungging di bibir mungilnya, dan pada saat yang bersamaan membentuk lekukan lesung pipit mungil di pipi chubby-nya. Giliran senyumku yang kini menguap. Gadisku terlihat sangat mempesona.

Tanpa pikir panjang aku menghambur memeluknya, mencium pipinya dan mengacak-acak rambutnya. Ah, ini yang kusuka dari hubungan long distance relationship. Meski pedih dan perih menjalaninya, namun saat akhirnya berjumpa sungguh bahagia tak terkira. Aku tak pernah menyangka bahwa rasa rindu itu bisa terasa sangat menyenangkan.

Tak henti-hentinya aku mencium jemari gadisku yang kini telah bertaut erat dengan jemariku. Tak ada kata yang terucap. Aku kehilangan kata-kata. Gadisku pun hanya tersenyum. Kudekatkan bibirku pada pipi chubby-nya. Kukecup perlahan, kiri dan kanan. Lalu beralih ke keningnya. Ah… aku sungguh menginginkanmu.

Kembali kuarahkan bibirku pada pipinya, dan hampir saja aku menyentuh bibir ranumnya dengan bibirku ketika samar-samar aku mendengar suara orang berdeham.

Ehem..

Aih sayang.. Merindukanmu itu seru! Berjumpa denganmu apalagi.  Yang nggak seru adalah ketika aku sedang bercengkerama denganmu, asyik bermesra-mesraan. Aku baru menyadari, bahwa ternyata bapakmu mengawasi kita dari balik jendela rumahmu…

Mati aku!

 

-Demikian-

Hari ke 12 #15HariNgeblogFF

Iklan

3 pemikiran pada “Merindukanmu itu seru!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s