Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta…


“Hey… Kamu kenapa?” tanya Sikat Gigi. Yang ditanya cuma diam, seperti tidak mendengarkan.

“Halooo…?” ulangnya.

“Eh, iya. Kenapa?” jawab Odol akhirnya.

“Iiihhh… Ngelamun ajah. Loe sakit?”

“Eh… nggak kok.” Dan sebuah senyum terukir di bibir Odol tatkala lelaki bergigi putih cemerlang mendekat. Menyambar Sikat Gigi dan Odol lalu menyapukannya pada Gigi-nya.

“Aaah… kamu jatuh cinta yaaa…?” tuduh Sikat Gigi.

“Ah.. kamu bisa aja..” Odol tertunduk malu. Segera ia mengalihkan pembicaraan dan menyelesaikan tugasnya.

***

Selama beberapa hari Odol terlihat seringkali melamun. Namun wajah sendunya segera berubah cerah tatkala pria bergigi cemerlang itu datang menghampiri. Meskipun saat itu ia tidak sedang menggunakan jasa Odol dan Sikat Gigi. Bahkan saat hanya berpapasan saja tatkala sang pria menyunggingkan senyum ketika ia menemukan jam tangannya tertinggal di wastafel.

“Ahh… senyum itu..” ucap Odol terpana.

“Dol.. kita kan sudah bersahabat lama. Boleh aku bertanya sesuatu yang sedikit pribadi?” Sikat Gigi bertanya perlahan. Khawatir sahabatnya mengira ia mencampuri urusannya.

Odol mengangguk.

“Apa kamu jatuh cinta sama dia?” tunjuk Sikat Gigi pada Gigi cemerlang.

“Salahkah?” tanya Odol.

“Nggak. Justru aku mendukungmu. Kalian serasi kok, juga saling mendukung satu sama lain.”

“Ah.. benarkah? Padahal semula aku sudah mengira ini aneh. Mengingat banyak hal berbeda di antara kami. Aku sempat pesimis, apa cinta ini berbalas atau hanya aku yang merasakan.”

“Ah.. tenang saja. Dia juga mencintaimu kok.”

“Oh ya?” Odol membulatkan matanya. Merasa sangat heran.

“Iyaaa… Dia sendiri yang bilang padaku. Gigi mencintaimu. Ia mengatakannya padaku. Syukurlah perasaan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ternyata kamu pun mencintainya. Ia pasti bahagia.” Sikat Gigi menjelaskan.

“APA…?! GIGI?!” Odol terkejut.

“Tapi aku nggak mencintai Gigi. Kamu salah pengertian. Bukan dia maksudmu. Aku.. aku.. aku mencintainya..” Odol tersipu menunjuk pria bergigi cemerlang.

“Iya, Gigi cemerlang itu kan maksudmu?”

“Bukan. Aku mencintai pria itu. Bukan hanya giginya..” Odol menjawab perlahan. Tak melepaskan pandangannya dari sang pria yang tengah mencukur jambang serta kumisnya.

“APA? APA KAMU SUDAH GILA?” jerit Sikat Gigi.

“Dia manusia. Mana mungkin kalian bersatu?!” Ia menggelengkan kepalanya.

“Biar saja. Cinta itu misteri. Cinta bisa membuatmu kehilangan akal sehat. Cinta bisa membuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Kau boleh menyebutku tak waras. Terserah..! Dan cintaku ini tertambat pada pria tampan bergigi cemerlang itu.

 

Ya… aku hanya sedang jatuh cinta…”.

-selesai-

 

Hari ke 13 :mrgreen:

2 hari lagiii… 😀 #15HariNgeblogFF

Iklan

6 pemikiran pada “Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s