Jadilah milikku, mau?


Ketika kita bertemu untuk pertama kalinya, kau mungkin tidak menyadarinya. Tapi saat itu, aku melihat binar-binar di kedua bola mata coklatmu. Binar-binar indah saat kau menatapku. Pancaran cahaya milik laki-laki yang sedang terpana. Terpana atau kasmaran? Entahlah. Tapi hati kecilku berkata bahwa kau menyukaiku. Bagaimana tidak? Kau nyaris tak berkedip saat menatapku. Dasar laki-laki!

Ingin rasanya aku mendengar kau berkata “Halo, siapa namamu?” yang kupastikan itu bisa membuat jantungku Dag Dig Dug tak karu-karuan. Tak perlu kau bilang “Kamu manis, kataku.’ Tapi aku sangat mendamba kau berkata tegas semacam “Aku maunya kamu, titik!”. Dan itulah yang terjadi. Tak perlu berkata apa-apa. Kau tunjukkan semuanya dengan sikapmu.

Perlahan kau mendekat padaku. Menyentuhku lembut.. memegangku erat dan menggenggamku di jemari halusmu. Kita berdua menyatu.

Jadilah milikku, mau? Tanyamu lirih. Seperti pada dirimu sendiri.

Ya sayang.. tentu saja. Dan sejak saat itu, aku menjadi milikmu.

 

Kemanapun kau pergi, kau selalu mengajakku. Bersama kita menghabiskan waktu. Dan tak sekalipun engkau meninggalkanku. Aku merasa sangat bahagia.

Badanku sangat ringan. Hingga terkadang kau mampu melemparkanku ke udara. Aku tak keberatan sama sekali. Karena aku percaya padamu. Percaya bahwa kau pasti akan menangkap tubuhku, lalu mendekapku kembali. Selalu.. dan selalu..

 

Hingga suatu hari. Tragedi mengerikan itu terjadi. Untuk pertama kalinya kau biarkan aku terhempas jatuh ke atas tanah berdebu saat kau melemparkanku ke udara.

“Hey.. ada apa denganmu? Kau mau membuatku celaka?? Sadarkah kau kalo itu berbahaya??” Jeritku sambil merintih menahan rasa sakit di sekujur tubuhku.

Engkau hanya terdiam. Tak menggubris kata-kataku. Atau mungkin memang kau tidak mendengarnya?

Kualihkan pandanganku ke arahmu. Dan aku melihatmu terdiam terpaku. Matamu tak berkedip dan mulutmu menganga. Kuikuti arah pandanganmu dan kulihat seorang gadis manis berambut panjang dengan baju berwarna pink..

Jadi karena dia kau tega membiarkanku terhempas? Karenanya kau langsung melupakan aku? Tak mempedulikan nasibku lagi? Akupun menundukkan kepalaku. Melihat tubuh mungilku dan membandingkannya dengan gadis tinggi semampai itu.

Ah, mengapa kau tega melakukan ini padaku? Setelah aku mempercayaimu? Apakah keberadaanku tak berarti sedikitpun untukmu? Setelah selama ini kita selalu melewatkan hari bersama. Bagaimana bisa kau hempaskan diriku setelah membuatku merasa begitu istimewa di hatimu?

 

Jadilah milikku, mau? Tanyamu  Kali ini bukan untukku.

 

Gadis tinggi semampai itu tersenyum dan mengangguk. Senyum tak pernah hilang dari wajahnya. Kau dan dia bergandengan tangan. Berlalu perlahan dari pandangan mataku. Jadi ini saatnya kebersamaan kita berakhir. Tak pernah kuduga sebelumnya bahwa secepat ini kau pergi meninggalkan aku.

***

Lelaki itu menghentikan langkahnya. Dilepaskannya genggaman tangannya pada gadis cantik di sampingnya. Ia membalikkan tubuhnya, berjalan tak lebih dari lima langkah. Lalu diraihnya sebuah benda mungil di atas tanah berdebu. Sang gadis mengikuti tepat di belakangnya.

“Apa itu?” tanyanya.

“Dia kesayanganku. Aku tak bisa meninggalkannya. Aku jatuh cinta saat pertama memandangnya.” Sang lelaki tersenyum. Menunjukkan benda mungil yang sedikit berdebu. Sang gadis tersenyum memandangnya..

 

“Bola kasti yang cantik…”

–sekian–

Hari ke 5.. 😀

#15HariNgeblogFF

Ayooo semangat! :mrgreen:

Iklan

6 pemikiran pada “Jadilah milikku, mau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s