Racun Cinta…


racuuuuuuun

Minggu siang..

Perempuan sintal itu menjerit-jerit di hadapanku. Aku hanya memandangnya tanpa belas kasihan. Suaranya tak bisa terdengar jelas. Sumpalan di mulutnya meredam suaranya. Ia mengakui semuanya. Benda-benda bernoda tanah menjadi saksinya. Ia mengakui perbuatannya.. mengubur benda pribadi suamiku untuk memikatnya..

 

Apakah aku harus memaafkannya?


Jumat malam, dua hari yang lalu…

Cerita Madhu

Ponsel itu berdering.. terus berdering.. dan aku hanya membiarkannya berbunyi tanpa berniat mengangkatnya.. Pada deringnya yang ke 5 ponsel itu berhenti berbunyi. Pria di sampingku hanya terdiam. Sama sepertiku, ia pun tak berniat mengangkat ponsel itu, padahal ponsel itu miliknya. Kuraih ponsel dalam genggaman priaku. Tanpa perlawanan. Dan tepat seperti dugaanku, dari perempuan itu.

Sorry sayang, malam ini dia milikku..

Kudekap erat kepala priaku penuh kemenangan. Sebuah botol mungil yang sebelumnya berisi serbuk putih itu bekerja sempurna. Dengan bantuan serbuk putihnya malam ini aku bisa memilikinya.. hanya untukku..

***

 

Sabtu pagi..

Cerita Maia

Kucoba menelpon kembali nomor itu. Nomor suamiku. Entah mengapa perasaanku tidak tenang. Mau tak mau pikiranku kembali diracuni oleh kata-kata sampah berbalut desah dari bibir merah sewarna darah.

“aku melihat suamimu dengan perempuan lain..”

 

Aaahhh..! Mengapa pula ponselnya harus mati..? Membuat kepalaku kini penuh bisikan-bisikan memuakkan itu… Kini, aku mulai terpengaruh kata-kata sampahnya..

 

Suamiku pulang, wajahnya berantakan. Mungkin dia lembur semalaman. Tapi sebuah noda gincu di kerah bajunya? Itu bukan pertanda baik. Kata-kata penuh desah itu memenuhi kepalaku lagi. Dan untuk pertama kalinya, aku meragukan kesetiaan suamiku..

 

Sabtu malam..

Suamiku berdandan.. harumnya memenuhi seluruh ruangan. Ada apa gerangan?

“aku pergi, bertemu klien..”

 

Dan aku hanya terdiam. Hampir tidak mempercayai pandanganku. Suamiku bertemu klien dengan dandanan bak anak muda sedang kasmaran. Tak semudah itu sayang.. Dan aku mengikutinya…

 

Ia menemui perempuan itu, perempuan sintal dengan baju kekurangan bahan. Lipstick merahnya menyala. Suara desahannya terdengar di udara. Kamu memang setan penggoda..! Wanita penggoda itu tak lain ternyata kamu..!

 

Tak ada kata ampun bagimu.. seharusnya kamu berpikir seribu kali sebelum membuat masalah denganku!

 

Minggu pagi.. hari ini..

Pria muda itu menunjukkan sebuah bangunan tua… Sebuah gudang kosong tak berpenghuni padaku… Seorang perempuan berbaju minim yang menutupi badan sintalnya terduduk tak berdaya dengan tangan diikat di belakang punggungnya. Wajahnya ketakutan. Ia menjerit keras saat melihatku. Namun teriakannya tak akan terdengar siapaun… Kuacungkan sebuah benda berwarna putih ke hadapannya dan menanyakan sebuah pertanyaan padanya. Ia mengakui semuanya..

 

Apakah aku harus memaafkannya?

 

Pukul 12.05. aku menyodorkan sebuah botol kecil berisi cairan merah ke hadapannya. Kuacungkan padanya.. kupaksa ia meneguknya.. Ia menolaknya.. lalu menjerit-jerit dengan air mata bercucuran. Aku meminta pria muda itu menolongku.. Membuat mulutnya tetap terbuka dan kutegukkan cairan merah itu ke dalam mulutnya. Ia jatuh tersungkur tak berdaya..

 

Aku meninggalkannya dengan sisa amarah. Jangan pernah bermain-main denganku.. kalau kau tak mau berakhir dengan cara seperti ini..!

 

Sedetik kemudian, perempuan berbadan sintal itu terduduk. Lalu mulai tertawa-tawa sendiri.. Ia menertawai semua yang ada di dekatnya. Setelah tak lagi dirasa membahayakan.. Kubiarkan pria muda itu melepaskannya..

 

 

Mulai saat ini, racun cintamu akan berhenti berfungsi, kamu tak bisa mengganggu kami lagi….

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s