Kalian semua tidak berguna…..!


marah

 

“DASAR TAK BERGUNA……………!!!!!!!!!!!!!”

 

Sebuah teriakan terdengar dari ruang tengah.. Suaranya menggema sampai ke seluruh penjuru rumah. Tak ada satu ruanganpun yang luput dari suara itu. Setiap manusia yang ada di rumah itu, yang masih bagus pendengarannya, pasti mendengarnya.

 

Seorang perempuan separuh baya terlihat berdiri gemetar di ujung ruangan. Keringat dingin mengucur deras di dahinya. Mbok Saritem. Perempuan yang lebih dari 20 tahun mengabdi di rumah kami. Mungkin bukan sebuah loyalitas, tapi lebih disebabkan karena tak ada pilihan lain. Kalau aku jadi dirinya, mungkin di tahun pertama aku sudah mengundurkan diri. Tak tahan dengan teriakan si kumis lebat itu.. Tapi entahlah, terkadang aku melihatnya bekerja sambil tersenyum. Dan di saat-saat tertentu, gurat-gurat di wajahnya memperlihatkan rasa bahagia saat sedang bercengkerama dengan ibuku. Meski hanya sebentar saat bersenda gurau di sela obrolan keduanya saat memasak. Terutama saat si kumis lebat tidak ada di rumah..

 

Suara bentakan kembali terdengar.. memang tidak jelas suaranya. Tapi yang pasti, kali ini ia mempermasalahkan masakan buatan Mbok Saritem. Kurang asinlah, keasinanlah, ngga berasalah.. apa saja.. semua yang bisa dicercanya dari kerja tulus mbok Saritem… Jika kemarin ia mempermasalahkan pekerjaan rumah mbok Saritem yang katanya kurang bersih saat menyapu, saat mengelap meja dan membersihkan tempat tidur di kamar utama… Kamar si kumis lebat.

Dan sama seperti biasanya, selalu teriakan yang sama…

 

“DASAR PEMBANTU TIDAK BERGUNA…………..!!!!!”

***

 

Jika boleh berkata jujur, mungkin kami semua memiliki perasaan yang sama. Kami membencinya.

Jika ada poling dalam secarik kertas “Siapa yang paling tidak kami sukai di rumah ini?” kupastikan semua yang ada di rumah ini akan memilihnya.

Tak hanya mbok Saritem yang jadi korban. Tapi juga pak Parmin tukang kebun, Pak Damar sopir kami, bahkan aku dan kedua adikku. Semua dicercanya. Semua dimakinya, semua disebutnya sebagai orang yang tak berguna.

“sopir tak berguna”, “anak tak berguna”, “tukang kebun yang tak berguna” dan juga perempuan itu, perempuan yang sangat kucintai, kuhormati dan kujunjung tinggi, ibuku, pun disebutnya sebagai “ISTRI YANG TAK BERGUNA..!”

 

Hey… berani sekali ia…! Seandainya dalam darahku tidak mengalir darahnya.. dan jika saja ibuku tidak melarangku untuk memberikan bogem mentahku tepat di kumis lebatnya.. Aku pasti tak segan memukulnya. Bagaimana tidak? Ia telah menyakiti ibuku! Selama hampir 27 tahun pengabdian ibuku padanya… Ia membalasnya dengan menyakiti ibuku.. Dan menyakiti ibuku sama dengan membangunkan macan tidur dalam diriku..!

 

Si kumis lebat itu semakin menua.. Tak ada yang bisa mencegahnya dari menganiaya dirinya sendiri.. Sifat pemarahnya tak surut seiring bertambahnya usianya, tapi justru semakin menjadi-jadi setiap harinya. Dokter mengatakan bahwa ia harus sedikit mengurangi dan menahan amarahnya.. Jantungnya semakin melemah.. Penyakit tua menghantuinya..

***

 

Untuk yang kesekian kalinya ia berteriak DASAR TAK BERGUNA… Entah siapa kali ini korbannya. Yang pasti, kata-katanya sangat menyayat hati.. Sang korban pun berlari sambil menangis masuk ke dalam kamarnya. Rambut kelabunya hampir menutupi seluruh kepalanya.. Ia sangat terluka..

 

Tak lama setelah suara bentakan itu terdengar, rumah kami kembali senyap. Tak ada yang berani bersuara, bahkan sekedar berbisik jika ia sudah memaki seperti itu. Semua menyingkir, semua menjauh, semua tidak ingin berada dalam masalah.

 

Sesaat kemudian terdengar suara debum yang keras.. Suara benda besar terjatuh.. Tak ada yang berani mendekat.. sekedar melihat apa yang jatuh..

 

Sebuah tangan terkepal di dekat dada, sebuah tubuh pasrah terlentang, dan separuh tubuh mati rasa..

 

Pria besar itu, dengan kumis lebatnya.. jatuh tersungkur.. Stroke menyerangnya.. Membuatnya pasrah tak bergerak. Mbok Saritem, pak Parmin, serta Pak Damar yang kebetulan saat itu ada di rumah, memberanikan diri mendekat.. Menatap dengan tatapan waspada..

 

Pria pemarah itu akhirnya tumbang.. Hanya ada dua pilihan, menolongnya yang tak berdaya, atau membiarkannya yang kini tak dapat bergerak itu tetap di sana..

Dan setelah semua yang dilakukannya pada mereka, pilihan bijak itu adalah….

 

 

 

 

 

 

 

 

membiarkannya..

Seperti yang selalu dikatakan si kumis lebat pada mereka… kalian semua memang tidak berguna..

 

Iklan

2 pemikiran pada “Kalian semua tidak berguna…..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s