Aku ada di sini, cinta..


depresi

Perempuan itu langsung meluapkan amarahnya yang menggunung saat pria itu datang menemuinya.. Semua rasa yang bertumpuk itupun meluap begitu saja.. Tanpa bisa dihentikan..

Jadi.. kamu datang lagi sekarang? Untuk apa? Untuk melihatku terpuruk? Untuk bisa menertawakanku di saat aku terjatuh? Untuk menepuk dada atas kemenanganmu..?

Begituu……???

Dan pria itu hanya terdiam..

Untuk apa kamu datang lagi? Untuk membuktikan pada dunia bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu? Untuk melihat betapa kacaunya keadaanku? Menurutmu aku menyedihkan khan? Iya khannn??

Dan pria itu tetap terdiam..

Jawab aku! Untuk apa kamu di sini? Jika sedetik kemudian kamu akan pergi dan meninggalkan aku lagi?! Belum puas kamu menyakitiku? Belum puas kamu membuatku merana karenamu??

Perempuan itu menangis sejadi-jadinya.. Matanya memerah.. pipinya basah oleh air mata.. Wajahnya terlihat menyedihkan..

Pria itu memberanikan diri untuk mendekat.. ke tempat sang perempuan itu terduduk dengan kedua tangannya yang menutupi wajahnya.. Isak tangisnya masih terdengar.. Namun sepertinya ia sudah mampu mengendalikan amarahnya.. Pria itu berbisik di dekatnya.. mencoba menyusun kata-kata yang bisa menenangkan sang perempuan..

“Aku tidak pernah pergi kemana-mana.. Aku tetap ada di sini untukmu.. Kamu pasti ngga tahu khan? Saat terakhir kali aku menatap wajahmu, dan engkau sedang tertidur pulas..? Aku ada di sana.. Di dekatmu.. Aku memang pergi sesaat, tapi sekarang aku ada di sini lagi.. Aku di sini, Cinta.. Lihat apa yang kubawa untukmu.. Aku punya sesuatu untukmu…..”

Laki-laki itu menyodorkan sebuah kotak ke hadapan sang perempuan.. Saat sang perempuan sedang lengah, dua orang di belakangnya memegang pundak dan tangannya erat, khawatir ia akan mengamuk lagi.. Perempuan itu meronta.. Tapi akhirnya pasrah karena kelelahan.. Seorang perempuan bertopi putih mendekati sang lelaki, menatap isyarat yang ditunjukkan oleh anggukan kepala pria berjas putih itu..

Kali ini suara sang perempuan bertopi putih yang terdengar..

“Nona Cinta.. waktunya minum obat, sayang…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s