Cerita di siang bolong..


gemes

Hari ini saya sedang kurang kerjaan.. Jadi saya cari kerjaan.. (lagi). Seperti sebelumnya, setelah saya melaksanakan <del>misi khusus</del> keperluan saya, sayapun melakukan kegiatan me time sekedar mengisi waktu saya. Kebetulan pasta gigi di rumah sudah menipis persediannya, jadi saya putuskan untuk mampir membelinya di sebuah mini market yang punya slogan mudah & hemat.

Di rak peralatan mandi, saya menemukan sebuah label harga yang menarik. Harganya memang benar-benar lebih murah daripada terakhir kali saya membelinya di supermarket. Waktu itu harganya sekitar 8 ribu sekian. Wow.. harganya bener-bener jauh sekali. Saya pun mengambilnya.. lalu muter-muter sesaat untuk membeli sabun bayi dan membayarnya di kasir.

 

Saat pasta gigi itu di-scan.. Taraaaa!! Harganya berubah dan menjulang tinggi.. Sekarang jadi 10.050 rupiah. Saya pun bertanya pada mba kasir.. “Bukannya 8 ribu ya mba?” tanya saya. Sambil saya berjalan ke arah rak peralatan mandi untuk membuktikan pandangan mata saya yang sebenarnya lebih yakin kalo harnganya justru 6 ribu sekian. Dan benar saja. Saya bawa itu label.

Si mba kasir pun mengutak-atik komputer.. lalu bertanya pada temannya.. tanya lagi sama yang lain. Kelihatannya cari dukungan. :D. Lalu bilang ke saya “itu (harga pasta gigi) yang merah..”. lalu saya bilang, “Tapi itu khan tulisannya white.. lalu ukurannya 190 ml..”. Si mas sebelahnya membelanya..  “Iya.. itu yang biasa. Yang warna merah..”. Saya mendekati pasta gigi yang ditunjukkan si mas. Jelas-jelas bukan white dan ukurannya pun 120ml.

Saya mengalah. Akhirnya, saya bayar saja belanjaan saya, lalu saya bilang, “lain kali yang benar menaruh (label)nya. Itu tadi ditaruh di bawah pasta gigi yang biru..”.

Di jalan, saya tetap penasaran. Masih gak puas. Masih kepikiran. Bahkan angkot pun gak jalan-jalan. Sepertinya sengaja membuat saya berpikir apa sebaiknya kembali. Dan benar saja. Saya putuskan kembali karena saya penasaran pengen tahu harganya si pasta gigi kardus merah.. šŸ˜›

 

Saya kembali ke dalam lalu mengambil yoghurt kesukaan suami saya dan di rak peralatan mandi, saya ambil pasta gigi merah itu (berikut label ‘white’ tadi). Lalu saya bayar ke kasir. Hasilnya?

Taraaaaa….!! Ternyata harga pasta gigi yang merah itu ‘hanya’ 4400 rupiah.. Lalu yang harganya 6500 kuwi opo?? [-(

Ketika di satu bagian dunia masih banyak manusia yang berusaha menjadi manusia yang baik dan jujur, di belahan dunia yang lain, dan justru di hari-hari mendekati berakhirnya bulan Ramadhan serta di saat sedang berpuasa juga (si mba kasirnya berjilbab, pasti muslim), ada juga yang rela ngeles dan mengaburkan kebenaran untuk sebuah harga diri. *lebay.. :D*

 

Apa siyh susahnya bilang, “Maaf mba.. harga di label salah, yang benar di komputer kami..”. šŸ˜€

Sayangnya gengsi harus dibayar mahal dengan kebohongan.. mana ngelesnya berjamaah lagi.. :P. Sebenarnya kenapa saya nulis tentang ini? Ya.. karena saya cuma kurang kerjaan saya *dikeplak :D*.. dan buat catatan harian saya..

Setidaknya ada pelajaran yang bisa saya dapatkan hari ini..

 

{{slideshow}}

 

Membiasakan diri untuk berkata jujur itu memang tidaklah mudah.. berusaha untuk menjadi manusia yang jujur itu adalah sebuah pilihan.

 

..dan untuk menjadi manusia yang jujur tidak terjadi dalam semalam.. šŸ™‚

 

Iklan

2 pemikiran pada “Cerita di siang bolong..

  1. salam kenal sesama warga ngerumpi :-p

    saya juga sering belanja di supermarket yg harga nya beda dengan yang ada di label rak..cuma karena belanjanya dalam jumlah banyak terkadang hal itu luput dari perhatian saya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s