tentang aku dan mama..


mommy

 

Suatu ketika saya kesasar di salah satu blog milik sahabat.. Saya ngga nyangka.. terlalu banyak hal yang saya baca daripada yang harus saya ketahui.. Mbulet ya? 😛

Jadi intinya, awalnya saya cuma pengen melakukan kunjungan ke blog-nya, yang tanpa saya ketahui ternyata isinya curhatan tentang kehidupannya. Termasuk hubungannya dengan sang mama. Saya bener-bener ngerasa ngga enak secara saya ngga bermaksud untuk tahu urusan orang lain, tapi karena dia nulis di blog, yang semua orang bisa baca.. mudah2an saya ngga salah saat memutuskan mampir ke blognya dan akhirnya membaca ‘rahasia tapi secara sadar dipublishnya secara online’ pribadinya.. 😀

Saya ngga akan bahas rahasianya.. Hanya memberikan cerita tentang hubungan anak dengan ibu.

MAMA…

BAGAIMANA HUBUNGANMU DENGAN MAMA?

 

Saya yakin jawabannya pasti beragam.. Banyak yang punya hubungan kurang baik sama mama. Sering berantem, seringbeda pendapat dan kadang sering adu mulut..

Mama buat saya? Sahabat saya.. teman saya.. seseorang yang akan selalu menyayangi saya bahkan ketika saya ngga punya orang lain yang perduli sama saya..

Mama selalu ada..

 

Saya akui, dulu saya memang ngga pernah menceritakan rahasia saya jaman abegeh kepada mama.. Apalagi tentang cinta-cintaan.. malu! Dan saya cenderung introfert.. apa-apa disimpen sendiri.. bahkan pernah juga pacaran backstreet, meskipun akhirnya ketahuan.. *hayaaahh.. :))*

Mama saya bukan orang yang sempurna.. tapi saya selalu menganggap mama saya adalah yang terbaik.. *ya iyalah.. ngga ada kecap nomer dua.. :P*.

Ketika teman-teman lain tetap memutuskan untuk pacaran sama orang yang ngga direstui mamanya.. saya sudah memutuskan bahwa ketika saya menikah, saya mau mama saya merestui kami.. dan saya selalu percaya feeling seorang ibu itu jangan dianggap sebelah mata..

Ada beberapa cerita tentang anak perempuan dan ibu yang pengen saya ceritain ke temen-temen.. Siapa tahu ada yang memiliki kasus yang sama.. 😀

 

Pilih tinggal sama mama apa sama suami?

Suatu hari, saya pernah bertemu dengan seorang ibu yang datang berkunjung ke rumah kami dengan wajah kusut. Ibu ini teman bibi (tante) saya.. katanya (bibi yang cerita) temannya ini sakit hati karena anaknya yang baru saja menikah menolak tinggal di rumahnya dan memilih ikut dengan suaminya..

Duuh ini yang salah ibunya apa anaknya ya? 😛

Setahu saya.. *mudah-mudahan ngga salah ya.. :D*, kalau anak perempuan sudah menikah, maka dia memang sudah memiliki kewajibannya untuk ‘mengabdi’ sama suami.. Jadi hak suaminya juga kalo akhirnya memboyong sang istri tinggal bersamanya.. bukan tinggal di rumah ibunya lagi.. 🙂

Nah.. sebelom menikah apakah hal semacam ini tidak dibicarakan dengan sang bunda.. atau memang bundanya ngga mau tahu..? Yang saya tahu.. amat disayangkan kalau seandainya hubungan baik antara ibu dan anak jadi rusak karena hal kecil semacam ini.. :). Hubungan mertua, anak dan menantu bakalan jadi ngga enak khan ya?

 

Mama ngga setuju kamu nikah sama dia!

Cerita kaya gini sering banget kejadian sama temen-temen saya.. meskipun akhirnya berujung anak perempuan itu nikah disertai tatapan sinis dan bibir manyun sang bunda.. Semua tampak baik-baik saja hingga akhirnya terbukalah ‘keburukan’ sang suami, dan bundanya baru berterus terang kalo punya feeling ngga enak tentang sang suami anaknya..

Duuh bunda… apa ngga kasihan sama anak perempuannya? Menjadi penyesalan seumur hidup jika akhirnya menikah dengan orang yang tidak tepat.. dan jadi pelajaran buat perempuan di luar sana untuk mulai mendengarkan kata bunda tanpa harus menyela dengan ucapan.. “Terserah mama mau bilang apa.. aku dah cinta sama dia..”. Coba dengarkan alasan bunda.. Coba keluar sesaat dari lingkaran ‘aku mencintai laki-laki itu’ dan belajar melihat dengan kacamata bunda.. Jika memang engkau yakin akan keputusanmu.. semoga ada restu bunda di sana.. 🙂

Hey! Bahkan cinta pun bisa buta untuk sesaat.. 😀

 

Mungkin masih banyak kasus lain yang berhubungan dengan anak perempuan dan bunda.. Mungkin bisa sharing di sini.. dan kita cari penyelesaiannya ya.. 🙂

 

Menjadi anak perempuan sekaligus istri itu ngga mudah.. Kita ada di dua posisi, jadi anak sekaligus istri.. semoga bisa menyelaraskan kedua bagian itu tanpa ada yang merasa dianaktirikan.. 🙂

 

Di satu sisi kita harus menjaga nama baik suami di mata orang tua.. dan di sisi lain juga menghormati dan menghargai kedua orang tua (dan mertua tentunya) dengan porsi yang seimbang..

Repot, ribet? Justru itu tantangannya.. 😀

 

Semoga kita semua diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala urusannya.. 🙂 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s