Para penggebuk gendang..


subuh

Setiap bulan Ramadhan, sebuah rutinitas baru muncul. Sesuatu yang tidak dilakukan pada bulan-bulan yang lain. Rutinitas sahur sebagai bagian tahapan awal sebelum melakukan ibadah puasa. Ada yang berbeda di setiap daerah tentang kebiasaan sahur. Begitu pun di daerah tempat tinggal saya saat ini. Ada yang unik dengan cara yang dilakukan untuk membangunkan sahur..

Jika mungkin di tempat lain cara membangunkan sahurnya dengan kentongan maka di tempat saya dilakukan oleh para anak-anak muda dengan cara menabuh drum.. Eh maksudnya gendang atau apalah namanya. Saya curiga mereka menggunakan seluruh atribut yang bisa dibunyikan. Mulai dari panci, galon air mineral atau mungkin gendang beneran.

Jika di tempat lain yang disuarakan adalah.. “sahur.. sahur.. sahurrr” seperti pada umumnya.. Tanpa bermaksud merubah tujuan semula untuk membangunkan sahur, mereka melantunkan lagu-lagu.. Dan lagu-lagunya pun bukanlah lagu religi seperti Surga-Mu milik pentholan band Ungu.. Apalagi lagunya BIMBO.. Beuuuhh jauuuh banget.. Mereka melantukan lagu yang menghentak supaya para warga tergerak untuk bangun sahur…

Di hari pertama sahur, saya memang mendengar lagu SAHUR SAHUR masih terdengar.. setelah itu mereka muter-muter lagi sambil menggebuk galon yang mereka bawa lalu menyanyikan lagu favorit mereka yang menghentak.. Kira-kira syairnya antara lain “Aku punya anjing kecil… kuberi nama Heli..”. Beeuuhh apa pula hubungan antara sahur dengan Heli? -_-‘

 

Lain waktu lagunya berubah lagi.. disesuaikan dengan suasana hati para penggebuk gendang itu.. dan pagi ini lagu SUSIS mulai terdengar.. 😀

Kalo diperhatikan memang lagu si heli itu paling sering dipakai.. Tapi ngga jarang juga mereka ngarang-ngarang sendiri nadanya.. Setelah SUSIS terdengar.. Lagu karangan mulai terdengar.. dimulai dari satu personel yang melantukan.. “GULAAAAAAA ASSEEEEMM…! ASYIIIIKKKK….!!”. Setelah satu lirik <del>puitis</del> tercipta, yang lain pun tinggal mengikuti.. Lagu Gula Asem resmi jadi lagu andalan berikutnya untuk dinyanyikan.. 😀

 

Beuuuuhhh.. lagu yang aneh.. :))

Meskipun demikian, sampai detik ini entah sudah tahun keberapa mereka melakukan kegiatan ini. Dan tak ada protes apapun dari para warga. Justru para warga sepertinya menikmati lagu nyeleneh tapi <del>mampu menggugah nurani</del> ampuh membangunkan para warga untuk bangun sahur.. 🙂

Kalo saya pribadi malah penasaran, kira-kira lagu apa yang akan terdengar di sahur pagi ini dan pagi-pagi berikutnya.. 😀

 

 

Selamat berpuasa teman rumpierss..

Kalo di daerah tempat tinggal kalian, adakah yang membangunkan sahur? 😀

 

 

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Para penggebuk gendang..

  1. Saya bangun sahur sendiri, hehehe.. Di lingkungan rumah saya nggak ada yang berisik mbangunin orang sahur pakai tabuh-tabuhan. Mungkin karena kepala keluarga rata-rata di sini pensiunan, jadi berisik itu dilarang.

    Eh, di tempatnya Mbak Rini tuh, ada nggak yang nyanyiin Keong Racun? 😛

    1. Hehehe.. di sini sebenarnya juga banyak yang sepuh mba.. tapi mungkin karena sudah tradisi seperti itu setiap tahunnya, jadi kayanya yang tua oke oke ajah dengan cara membangunkan sahur yang seperti ini.. Atau justru mungkin sebenarnya karena mengalah sama yang muda.. :mrgreen:

      Keong racun buat lagu sahur? Hahahaha..
      Belom pernah denger.. Mungkin susah menyamakan ritme sama gebukan gendangnya.. 😛
      hehe..

      Selamat berpuasa mba Vicky… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s