Ketularan temen..


frien

Pernah denger khan kalimat “kamu dipandang dari orang-orang yang ada di sekeliling kamu” atau kalimat “kamu itu dilihat dan dinilai dari siapa teman-teman kamu..”

Maka ngga heran sejak kita masih kecil, maka orang tua selalu mengajarkan untuk mencari teman yang baik, yang rajin dan ngga nakal. Setidaknya, itu yang pernah disampaikan mama saya ketika saya masih kanak-kanak.

Kalo dulu, saya mungkin ngga ngerti maksudnya apa. Karena di lain waktu ada himbauan untuk ngga milih-milih teman, tapi di sisi lain juga disuruh memiliki teman (sahabat) yang baik. Nah.. kalo sekarang, saya (belajar dan mencoba untuk) memahaminya, -dan dipadukan dengan teori ngawur Rini Bee tentu saja-, mungkin hal ini disebabkan karena teman (terutama teman dekat) sangat besar pengaruhnya untuk diri kita. Terutama masalah kebiasaan ya..

Pernah dengar ngga alasan apa yang dilontarkan beberapa anak muda yang merokok? Alasannya karena pengaruh teman.. belom lagi korban narkoba.. Alasan pembenaran mereka menggunakan narkoba adalah karena pengaruh lingkungan..

Oke, mungkin itu hanyalah sebuah alasan pembenaran. Tapi jika dilihat secara lebih dekat mungkin alasan itu ada benarnya..

Seperti teori bahwa seorang anak itu bagaikan selembar kertas putih.. pengaruh lingkungan dimana anak dibesarkan juga memiliki andil besar dalam perkembangannya.. Menurut sebuah artikel yang pernah saya baca, salah satu perkembangan kepribadian anak-anak itu adalah dengan meniru.. meniru model yang dikaguminya.. (teori modeling bisa langsung ditanyakan pada AyahAir atau mbakdos yang lebih ahli ya)..

Nah.. kalo kita deket ama seorang temen lalu kemudian dijadikan sahabat, besar kemungkinan kita senang saat berada di dekatnya khan ya? Nah di sini teori modelling bisa terjadi.. Apapun yang dilakukan si temen yang disukainya akan kelihatan bagus ato keren meskipun tindakan itu tak selamanya benar.. termasuk kegiatan merokok ato pake narkoba itu.. *sekali lagi, ini berdasarkan sudut pandang teori ngawur rini bee ya.. :D*

Saya juga mau kasih sebuah contoh kasus. Misalnya ada sekelompok anak.. Budi, Badu dan Dudi mereka semua preman.. tukang palak.. Tiap ada yang lewat, mereka selalu minta duit.. minta upeti.. Nah si Amir sering hang out sama ketiganya.. Bisa dipastikan banyak orang akan menilai bahwa Amir juga sama seperti ketiga temannya.. meskipun Amir bukan tukang palak..

Begitupun di geng sekolah yang terkenal anak badung.. Kalo deket-deket apalagi gabung sama temen-temen yang tukang bolos, ngga peduli gimana, pasti anak-anak murid di sekolah itu akan menilai keseluruhannya (baik yang suka bolos ato ngga) sebagai anak badung. Biasanya disebut begini.. “iku lho gerombolane Paijo” (itu loh gerombolannya Paijo).

Selain itu, temen yang paling deket ama kita.. secara ngga langsung turut memberi andil pada kebiasaan kita. Misal, di sekolah kita biasa barengan ama si Hasan dari jam 8 pagi ampe jam 12. Nah pulang sekolah pun kadang maen ama dia. Otomatis banyak hal yang dilakuin oleh kita dan si Hasan barengan. Nah.. dengan seringnya kita menghabiskan sebagian besar waktu kita barengan sama temen inilah, secara ngga sadar kita pun mengikuti apa yang menjadi kebiasaannya.. Bagus kalo temen kita itu berada di aliran yang bener.. Misal ngga lupa sholat, mungkin kita yang biasanya sering telat sholat, pas hang out bareng sama si temen yang memiliki kebiasaan baik untuk selalu menyempatkan sholat di sela kegiatan bareng kita, bisa menulari kebiasaannya itu ke kita, sehingga kita pun akhirnya kebawa pengaruh positif darinya..

Di sinilah mungkin yang dimaksud oleh orang tua kita.. Supaya antara kita dan teman, saling memberikan pengaruh positif antara satu dengan yang lain.

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:


مَثَلُ الْـجَلِيْسِ الصَّالـِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْـمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

sumbernya dari sini

Dan menurut saya, ngga ada salahnya untuk menuruti nasehat orang tua..

Sekian racauan saya siang ini.. 🙂

Pesan moral:

Pilihlah teman yang bisa membawa pada kebaikan, karena teman yang baik itu bukan hanya teman yang bisa membawa dirinya ke arah kebaikan, tapi juga mengajak temannya ke arah kebaikan.. 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “Ketularan temen..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s