Haruskah saat ini?


couple

Hari itu.. aku dan kamu terdiam..
Sepanjang perjalanan itu..
Tak ada kata yang terucap..
Hanya genggaman tangan yang semakin erat..

Seandainya waktu bisa dihentikan..

 

Saat itu.. tangan kita masih bertautan..
Seakan tak pernah ingin saling melepaskan..
Seandainya waktu dapat dibekukan..
Akankah segalanya terasa lebih menyenangkan..?

 

Detik itu.. peluit akhirnya dibunyikan..
Dan aku pun harus berdamai dengan keadaan..
Di balik kacamata itu, mata indahmu menatapku lekat..
Dan tenggorokan ini pun terasa tercekat..

Haruskah kau kembali sekarang?

 

Tak ada kata yang dapat terucap.. aku hanya bisa terdiam beberapa saat..
Mata coklat itu tetap menatapku lekat..
Batinku menangkap pesan dari sorot mata yang teduh itu..
“baik-baik sayang.. aku pasti akan kembali datang.. suatu saat nanti, takkan ada lagi kata perpisahan..”
Dan aku pun melepasmu dengan senyuman..

 

 

Sesaat setelah kau melangkahkan kaki menuju kereta yang membawamu pulang ke kotamu, aku pun segera membalikkan tubuhku.. berjalan cepat menuju sepeda motorku.. bahkan lokomotif dan deretan gerbong baja itu pun belum beranjak dari tempatnya..

Tak perlu menunggu hingga peluit kedua dibunyikan.. aku telah melaju dengan motor kesayanganku.. Bukan karena aku tak sudi untuk melihatmu dan melambaikan tangan saat kau berada di sisi jendela.. tapi kuyakin kau tahu alasannya..

 

 

 

maafkan aku sayang.. tapi aku benci jika harus mengucapkan kata berpisah.. 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s