Perempuan yang dibonceng suamiku..


buta cinta

Aku berjalan dengan langkah gontai menuju sebuah bangunan kokoh.. Dua orang pria menatap padaku dan bertanya maksud tujuanku datang ke sana.. Aku menyodorkan koran di tanganku dan mereka segera membawaku masuk.. Selesai mengajukan beberapa pertanyaan dan mengetiknya, seorang pria tinggi tegap menggandengku.. Dan di sinilah aku sekarang.. Berada dalam sebuah ruangan sempit dengan terali besi kokoh di hadapanku..

<img src=http://www.primaironline.com/images_content/20091028penjarasg2.jpg>

***

 

7 hari sebelumnya..

Hari ini kamu terlihat berbeda.. Ya.. kamu berbeda..

Semalam kamu pulang larut sekali.. entah kemana kamu semalaman.. Wajahmu tampak lelah dan kamu tidak berkata apa2..

Aku bertanya padamu.. tapi kau hanya diam saja.. Tidak menatapku dan juga tidak membalas kata-kataku.. Ada apa, sayang?

 

Tiga hari kamu ngga masuk kantor… Saat kutanya kau bilang sedang rehat.. Libur dan semacamnya.. dan aku hanya melihatmu terdiam.. melamun dan tidak melakukan apa2.. berbaring di kamar seharian.. Aku enggan mengusikmu.. dan kubiarkan kau sendirian.. Aku berharap suatu saat engkau akan berterusterang padaku.. Tiga hari kau menjauh.. Tiga hari yang terasa sangat panjang.. seolah aku tak mengenalmu lagi sayang.. Kau seperti bukan dirimu..

***

 

4 hari sebelumnya..

Pagi ini kamu terlihat rapi.. Lebih bergairah dan seperti memiliki semangat baru.. Baju rapi.. dandanan rapi.. lalu engkau pamit dan melajukan motormu.. Aku merasa ada yang aneh.. Ada apa denganmu..? Kamu terlihat berbeda, sayang..

Aku mengikutimu dengan motor pinjaman milik bu RT.. Kupinjam juga helm teropongnya.. Kulihat engkau membelokkan motormu.. tidak ke kantor.. Tapi ke sebuah SPBU.. Mungkin mengisi bensin.. Lama aku menantimu.. Hampir saja aku tak mengenalimu.. Kau mengganti bajumu dengan kaos hitam hadiah pembelian suku cadang.. lalu kau berhenti di sudut jalan..

 

Seorang perempuan mendekatimu.. naik ke boncengan sepeda motormu.. Tempat yang hanya aku yang seharusnya boleh kau bonceng.. Siapa dia? Apa dia kekasih barumu? Wajahku terasa panas menahan jatuhnya bulir air mata.. Biar saja kalau aku harus menangis.. Helm teropong ini melindungiku dari pandangan usil dan penuh tanda tanya orang-orang yang melihat..

Perempuan itu berbicara denganmu.. Lalu ia naik ke boncenganmu.. Kalian berdua melaju.. Tak menyadari aku mengikuti tepat di belakang kalian.. Tak lama aku melihatmu menurunkannya di sebuah bangunan perkantoran.. Jadi ini kantornya.. kantor pacar barumukah sayang…? Kamu terlihat semakin mencurigakan..

Aku mencoba bersabar.. hari ini satu bukti kudapatkan..

 

Esoknya kau berangkat lagi dengan dandanan yang sama.. Baju rapi, celana rapi.. sama seperti sehari sebelumnya.. Tak ada yang berbeda.. dan kuputuskan untuk mengikutimu lagi.. Dan aku kembali melihat perempuan itu di sana.. di tempat kau menjemputnya kemarin.. Lalu kau melajukan motormu untuk mengantarnya.. Kali ini engkau tetap menunggunya.. Tak lama kemudian, ia keluar lagi dan kalian melaju ke tempat yang berbeda.. Kantor pengacara? Ada apa ini sayang?? Kau semakin mencurigakan..

Selepas mengantarnya engkau berlalu.. dan ini kesempatanku untuk mengikuti perempuan berlesung pipit dan bermata bundar itu.. Aku sesuatu yang harus kubereskan..

 

 

Sore ini engkau pulang.. Terlihat sangat lelah.. Entah apa yang kau lakukan seharian ini.. Kau masuk kamar, membersihkan diri lalu kau jatuh tertidur karena kelelahan..

Aku mengecek dompetmu untuk menemukan bukti-bukti baru.. Tapi tak ada yang kutemukan.. Masih ada fotoku terpampang jelas di sana.. bersanding dengan fotomu dan anak-anak kita.. Aku diliputi kebingungan.. Siapa sebenarnya perempuan itu sayang…?

***

 

Pagi itu suamiku tidak pergi kemana-mana.. Ia terlihat asyik duduk di meja di samping televisi membaca koran pagi ini sambil meminum secangkir teh hangat yang kusediakan.. Tiba2 matanya berhenti dan memandang judul besar di halaman kriminal.. Suamiku terlihat kaget  membaca judul itu.. Wajahnya pucat pasi… Aku memberanikan diri bertanya padanya.. Tapi kuurungkan karena suamiku beranjak masuk ke kamar..

 

Suamiku kembali dan menyerahkan amplop padaku.. Aku bingung.. entah apa yang akan dikatakan suamiku.. aku memutuskan menunggunya bicara..

 

“Bu, ada yang harus aku katakan padamu.. Sebuah kenyataan yang engkau harus siap menerimanya..”

“maksud ayah?”

“Iya.. ayah mau membuat sebuah pengakuan..”

“apa ini ada hubungannya dengan berita di koran itu yah..?” aku melirik untuk memastikan apa yang dibaca suamiku.. lalu kembali bertanya padanya.. “apa ayah kenal wanita itu..?” aku menyerangnya.. merasa gemas..

“iya.. dia…..” suamiku tak dapat meneruskan..

Aku panas.. aku marah.. aku terbawa emosi lalu berdiri dan berkata.. “dia pasti simpanan ayah khan? Aku tahu ayah..! aku mengikutimu dua hari ini.. aku membuntutimu.. kau mengantarnya ke sana kemari.. dan kemarin kalian ke kantor pengacara.. Untuk apa?? Mengurus surat perceraian kita? Tak semudah itu ayah…..” aku mencecarnya..

“…tapi jangan khawatir.. aku sudah membereskannya..” aku berkata sedikit lirih.. seperti berkata pada diriku sendiri..

“Ia takkan bisa mengganggu keluarga kita lagi..” aku meneruskan berbicara.. tak memberinya kesempatan mengelak.. sambil aku membuka amplop yang diserahkan suamiku yang kuduga adalah surat perceraian yang harus kutandatangani..

Tapi ternyata..

 

Sebuah surat pemutusan hubungan sepihak..

 

“apa maksudmu bu? Duduk dulu sebentar.. Ayah cuma mau bilang bahwa ayah dibebastugaskan sejak 6 hari yang lalu.. itu surat PHK-nya.. tapi sejak 2 hari yang lalu ayah memutuskan menjadi tukang ojeg.. dan perempuan itu pelanggan pertama ayah.. dia memberikan tips cukup banyak pada ayah asal mau mengantarnya ke kantor dan ke kantor pengacara untuk mengurus surat2 dari perusahaan tempatnya bekerja.. Perempuan itu yang menolong keluarga kita.. kenapa ibu menuduh yang tidak-tidak..?” suamiku berkata tegas namun tetap berusaha menekan emosinya.. Tapi kata-katanya membuatku kaget setengah mati..

 

Aku merasa lututku lemas dan seperti tak bertulang.. Semua yang ada di kepalaku ternyata salah.. Aku menatap nanar koran di atas meja.. Ya Tuhan.. apa yang sudah aku lakukan..?? Mengapa aku bisa begitu bodohnya meragukan kesetiaan suamiku..?

 

Ya.. aku tak dapat berkata apa-apa saat pandangan mataku jatuh pada judul besar di halaman kriminal itu..

 

Seorang perempuan ditemukan terbujur kaku di gang kecil dekat kantornya.. Diduga ia korban penyerangan orang tak dikenal..

 

Aku menatap wajah suamiku.. bingung harus berkata apa jika ia sampai mengetahuinya..

 

 

Ya, akulah orang tak dikenal yang menyerang perempuan itu..

 

Iklan

3 pemikiran pada “Perempuan yang dibonceng suamiku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s