Sayang.. ada yang lupa aku katakan padamu..


sshhhtt

Aku melihat jam di pergelangan tanganku.. Pukul 09.30 WIB.. hari ini aku bebas tugas.. salah seorang rekanku menukar giliran shiftnya sehingga aku baru akan masuk setelah jam makan siang.. Aku memutuskan untuk mampir ke rumah kekasihku.. Ya… gadis manis berwajah ceria yang selalu membuatku bahagia saat menatap indah bola matanya..

 

Sejak 6 bulan yang lalu ia selalu berada dalam pikiranku.. mengisi hatiku penuh dengan bayangan tentang dirinya.. Tak tersisa sedikitpun tempat di hatiku,’ bahkan untuk Maya primadona kantorku yang bahenol nan aduhai itu.. Aku tetap pada keputusanku.. mencintai gadis manis dengan mata indah dan senyuman menawan itu..

 

Kali ini aku ingin membuat kejutan untuknya.. Aku tidak akan mengabarkan kedatanganku.. Biasanya aku menjemputnya di tempat kostnya yang dekat dengan kantornya.. Karena ini hari Sabtu, aku tahu ia pasti pulang ke rumahnya.. Maka kuputuskan untuk membawa coklat dan bunga tulip kesukaannya..

***

 

Aku melihat alamat pada selembar kertas di tanganku dan mencocokkannya dengan nomor pada rumah bercat putih dan berpagar hitam di hadapanku.. Nomor 17.. cocok!

Aku baru saja hendak mencari bel rumah saat kudapati seorang perempuan berbaju gamis berusia setengah baya keluar dari dalam rumah tersebut.. Wajahnya masih terlihat cantik meskipun ia sudah tak muda lagi.. Dengan melihatnya aku tahu dari mana gadis cantikku mendapatkan mata indahnya..

 

“Assalamu alaikum…”

“Wa alaikumsalam..”

“Aina ada bu..?” aku menyebutkan nama depan kekasihku..

“ooh.. ada.. mari masuk nak..” dan sang bunda pun memanggil anak gadisnya..

 

Aku menatap gadisku yang keluar dengan pandangan terkejut… Ia pasti tidak menduga kedatanganku.. entah mengapa tatapannya tak seramah yang kukenal.. Ah.. mungkin ia tak menduga aku mengunjunginya langsung di rumahnya.. karena aku bahkan belum pernah menginjakkan kakiku di rumah ini.. mungkin ia masih terkejut..

“Terkejut ya..?” aku menggodanya.. Yang ditanya hanya diam saja.. Seperti tak pernah bertemu aku sama sekali.. Ah… Hebat sekali ekspresi wajahnya.. membuat aku hampir saja mengira salah masuk rumah.. dan aku pun menyerahkan bunga tulip dan sekotak coklat dalam genggamanku..

Aku lalu mulai bercerita tentang pergantian shift yang membuat aku bisa memberikannya surprise seperti sekarang.. Ia tak banyak bicara.. Sepertinya sedang tak enak badan.. Dia yang biasanya ceria tampak lebih pendiam.. Mata indahnya pun terlihat lesu.. Aku memberanikan diri bertanya..

“De, hari ini kok beda dari biasanya.. Kamu sakit?”

“ah ngga.. Cuma kaget aja.. maap ya..” katanya meminta maap.. Aku melirik jam di pergelangan tanganku.. Hampir masuk waktu dhuhur.. sebentar lagi giliran shift-ku.. Aku pun mohon pamit.. dan berjanji padanya bahwa esok hari akan datang lagi..

Cantikku pun mengangguk dan aku mohon diri pada bunda dan ayahnya..

***

Aku tiba di kantor 30 menit kemudian.. saat aku menunggu pesanan datang, handphone-ku berbunyi.. Kekasihku menelepon..

“Assalamu alaikum cintaah.. baru ajah ketemu udah nelpon.. kangen ya?” aku menggodanya..

“Becanda ajah iihh..” suara gadisku terdengar ceria.. cepat sekali ia sembuh.. kenapa di rumahnya tadi dia kelihatan sakit ya..?

“Gimana coklatnya? Enak gak?”

“coklat..? coklat apa? Siang-siang ngelindur..” terdengar gelak tawanya yang membuatku gemas sekaligus rindu, meskipun baru saja bertemu..

“Yee.. si adek.. Tumben nelpon.. ada apa? Eh iya.. baru mau bilang mas dah sampe di kantor..”

“Ooohh.. mas di kantor? Pulang jam berapa? Ntar bareng yaaa…?” katanya manja padaku..

“Bukannya ade di rumah..? khan mas baru dari sana?”

Suara gadisku menghilang.. Tak lama ia berkata.. “Ooh.. tapi sekarang ade di kantor.. ntar pulangnya bareng ya.. Udah dulu ya.. biar cepet beres nih kerjaannya.. Ntar smsan ajah ya.. Dah mas.. Assalamu alaikum..”

“Wa alaikumsalam..”

Aku bingung.. kenapa dia aneh sekali hari ini.. Ah.. mungkin hanya perasaanku saja.. Tak lama pesananku sudah datang dan aku pun menghabiskan makan siangku dengan sedikit terburu..

***

 

Di tempat berbeda, seorang perempuan bermata bulat menutup handphone-nya dan terdiam beberapa saat.. Tak lama handphone itu berbunyi kembali.. Telepon dari rumah..

“Assalamu alaikum..”

“Wa alaikumsalam.. Nadia? Tadi kayanya ada temenmu datang ke rumah bawa coklat dan bunga tulip.. Wajahnya kocak.. Jangan2 dia Aryo ya? Yang sering kau ceritakan kepadaku.. Baru saja aku mau menjelaskan kalau aku ini bukan Nadia tapi dia terus-terusan bicara.. Maap ya adikku sayang.. Sudah saatnya engkau menjelaskan tentang kita..”

Perempuan manis bernama lengkap Aina Nadiah Sabihah itupun menutup teleponnya dan tersenyum.. Ternyata benar Aryo ke rumahnya.. Tapi ia bertemu dengan Nadhira.. bukan dirinya..

Dalam hati ia berkata…

 

 

 


“Sayang.. ada yang lupa aku katakan kepadamu.. bahwa aku ini..


terlahir sebagai anak kembar.. :)”

 

 

 

 

 

Catatan penulis:

Aina Nadiah Sabihah: gadis bermata cantik yang berseri dan pemurah
Aina Nadhirah Safiyah : gadis bermata cantik yang berseri dan tenang

 

 

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Sayang.. ada yang lupa aku katakan padamu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s