Semoga..


Gadis kecil itu berlari menghambur pada pria tegap berkacamata dengan tas koper di tangan kanannya.. Sang ayah meletakkan koper di tangannya ke kursi dan mengangkat gadis mungil itu lalu mendekapnya.. Sang gadis tersenyum senang..
“Ayah sudah pulang..”


Saat ayah berbaring di kamar berbicara dengan bunda.. sang gadis kecil pun naik ke tempat tidur.. bergelayut manja di lengan kekar ayah.. Sekali lagi, ayah mendekapnya erat.. mencium rambutnya dan mengusap lembut punggungnya sampai si gadis kecil tertidur..
***
Tahun demi tahun bergulir.. kini sang gadis kecil itu pun tumbuh remaja.. Tak lagi terlihat ia masuk ke kamar ayah dan bunda hanya untuk bermanja manja seperti dulu.. Kini ia lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya dan jarang bercengkerama dengan ayah dan bundanya..

Suatu hari seorang pemuda kurus datang ke rumah hendak menjemput si gadis cantik untuk pergi les bersama.. Katanya pemuda itu teman sekelasnya.. Di akhir pekan, sang pemuda kurus itu kembali datang untuk mengajak sang putri bermalam minggu.. Sejak hari itu, sang ayah tak bisa tertidur nyenyak.. Ayah baru menyadari, putri mungilnya telah terbagi hatinya..

Waktu bergulir semakin cepat.. anak gadis itupun tumbuh semakin dewasa.. Ayah mengawasinya dari jauh.. memastikan sang putri baik-baik saja.. Ayah mendekat pada bunda, bicara padanya agar selalu mendampingi si cantik dan berusaha menjadi temannya bicara.. Saat tak seorangpun memperhatikan, ayah masuk ke dalam kamar dan menyembunyikan perasaannya sendiri..

Sang gadis kesal pada ayah.. Mengapa ayah begitu egois.. sibuk dengan pekerjaan dan meneggelamkan diri dalam kesibukan.. Sang putri semakin sebal.. mengapa ayah tak mau mendekat.. sekedar berbicara dan berakrab-akarab ria dengan kekasihnya.. Tanpa gadis ketahui bagaimana seseungguhnya perasaan ayah.. Jika saja sang gadis tahu, ayah sungguh teriris hatinya.. Sang gadis kesayangannya telah menemukan kebahagiaan dengan kekasihnya.. sudah enggan bermanja manja lagi dengannya..
***

Hari itu saat sang gadis telah terlelap.. tangan renta ayah membelai kepalanya.. menyingkirkan anakan rambut yang menutupi matanya.. lalu memberikan ciuman selamat malam di pipinya.. Tak henti-hentinya ia menatap putri kesayangannya.. Waktu terasa cepat bergulir.. terlihat olehnya putrinya tumbuh menjadi gadis yang luar biasa..
Dua bulan yang lalu datang seorang pemuda gagah.. dengan wajah tampan dan sikap yang santun.. Hati ayah bagaikan teriris saat sang putri mengatakan bersedia mendampinginya.. menjadi istrinya.. membangun istana mungil mereka.. Ayah sekuat tenaga menahan bulir airmata yang hampir tumpah, menggantinya dengan senyuman menenangkan..
Masih di dalam kamar sang putri, ayah menatap wajah cantiknya.. membetulkan selimut sang putri dengan rasa sayang.. menyibak tirai jendela dan menatap ke luar.. Mata lelahnya menatap siluet tenda yang berdiri kokoh di sana.. Tenda yang dipersiapkan untuk pernikahan putrinya esok hari.. Sebuah rasa sesak terasa di dadanya…

Tirai ditutup dan ayah menatap putrinya untuk sesaat sebelum berjalan ke arah pintu dan meredupkan lampu kamar itu.. sambil mengecup lembut keningnya sang ayah berbisik lembut..

“semoga engkau menemukan kebahagiaanmu bersamanya sayang.. “

Iklan

Satu pemikiran pada “Semoga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s