Hancur..


dinner

Seorang perempuan muda tersenyum-senyum sendiri membaca pesan masuk di handphone-nya.. Sang suami yang memergoki istrinya tengah senyum senyum mencurigakan pun bertanya..

“Ada apa bu?”

“Ah.. ngga ada apa-apa..” jawabnya singkat.. Tak lama sang istri yang bernama Ana itupun berdandan, lalu pamit pada Bram sang suami… Ada arisan katanya.. Sang suami mengiyakan.. Percaya begitu saja..

 

Seminggu kemudian ramai berita dari seorang kawan baik Bram.. Katanya ia mendapati istri sang lelaki itu berselingkuh.. Tengah berdua-duaan dengan seorang pria berpelukan di suatu kafe.. Si teman sempat mengambil gambar keduanya..

Sang suami mengelak.. Katanya.. “itu foto hanya mirip istri saya..” katanya membela sang istri… Lalu ramai berita.. Istri pria yang dipacari istri Bram, sebut saja Nadia namanya, memergoki sms mesra suaminya dan foto2 mesra sang suami dengan Ana… maka Nadia pun melabrak Ana..

 

“Kamu Ana? Kamu yang selama ini bermain api di belakang saya? Kamu yang menyita hampir seluruh perhatian suami saya pada keluarganya.. Itu kamu khan?” suara Nadia terdengar penuh emosi..

Ana hanya terdiam.. Antara malu, merasa terpojok dan merasa bersalah.. Lalu Nadia mengeluarkan bukti lain.. Fotonya dengan suami Nadia, si Boy, dan juga menekan handphone dalam genggaman Nadia.. Tak lama suara handphone Ana pun berbunyi..

Nadia berkata penuh kemenangan.. “Itu nomor handphone-mu khan? Nomor yang sama yang memenuhi inbox suami saya..”. Ana terdiam, menunduk.. malu dan menyesal.. Terasa olehnya setiap kata-kata dan bukti yang ditunjukkan Nadia di depan Ana dan Bram sang suami, semakin memojokkannya.. menelanjanginya.. Baik Ana maupun Bram hanya terdiam..

 

Setelah hening yang tak wajar, Bram mengambil sebuah foto yang disodorkan Nadia sebagai bukti.. Melihat gambar perempuan yang dinikahinya 5 tahun yang lalu dalam sebuah foto ukuran 4 R sedang tertawa bahagia dengan seorang pria bertopi yang tak kelihatan wajahnya.. tertutup vas bunga.. Tapi perempuan itu.. yang ada di foto itu.. yang mirip istrinya.. kebetulan memakai baju yang sama dengan baju milik istrinya.. Baju yang ia ingat betul karenabaju itu hadiah ulang tahun darinya setahun yang lalu.. Yang dibungkusnya sendiri dengan kertas kado merah jambu.. Kado yang disembunyikannya di bawah bantal.. Yang membuat istrinya tertawa bahagia saat menemukannya.. karena beberapa waktu sebelumnya Ana bercerita bahwa ia sangat mendambakan baju itu…

Ia masih ingat betul kenangan itu.. Kecupan sayang Ana di pipinya sebagai ucapan terima kasih serta pelukan erat istri tercintanya..

 

Bram pun menatap Nadia, lalu berkata pelan..

“Atas nama pribadi dan atas nama istri saya dan keluarga, saya minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan istri saya pada anda dan keluarga.. Saya minta tolong jangan diperbesar lagi masalah ini.. Ini semua salah saya.. Saya minta maaf.. Seharusnya saya menjaga istri saya dengan lebih baik lagi.. Maafkan saya…”

 

Nadia terdiam.. Masih merasa sebal pada Ana.. Tapi kata2 Bram membuatnya sedikit menurunkan emosinya lalu berkata keras pada Ana..

 

“Mulai detik ini, saya minta kamu menjauhi kami sekeluarga..! Terutama suami saya.. Permisi..”

 

Hening yang tak wajar sejak kepergian Nadia.. Bram terdiam mematung selama beberapa detik.. meremas foto dalam genggamannya.. lalu berjalan masuk ke dalam kamar… tak bersuara..

Ana mendekat dan memanggilnya pelan.. berusaha menjelaskan sesuatu yang dia tak tahu apa yang harus dijelaskan..

“Mas..”

Sebelum ia sempat melanjutkan kata-katanya.. Bram mengangkat tangan memintanya berhenti bicara.. Hatinya hancur..  tak ada yang dapat mengembalikannya menjadi utuh.. dan tak ada kata-kata yang bisa membuatnya merasa lebih baik..

 

Pertama kalinya sejak 6 tahun yang sudah dilewati Bram bersama Ana ia merasakan sebuah rasa yang menyesakkan dadanya.. Perempuan yang sama.. perempuan yang 5 tahun yang lalu membuatnya menjadi pria yang paling bahagia di dunia.. perempuan ini juga yang sekarang justru membuat hatinya hancur berkeping-keping..

 

Hanya karena sebuah kata…

 

perselingkuhan..

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s