Hancur.. tak menyisakan apa-apa..


Perempuan itu meninggalkan suaminya demi kekasih yang 4 bulan yang lalu resmi jadi selingkuhannya.. Rumah tangga yang dibangun 5 tahun yang lalu itupun ambruk.. hanya karena nafsu semata.. Nafsu? Ya.. apalagi kalau bukan nafsu…

Ketika janji sehidup semati hancur karena ada yang ‘terlihat’ lebih menjanjikan.. lebih sabar, lebih pengertian, lebih memahami dirinya..

Padahal semuanya semu..

Tapi sang perempuan telah memilih dan hatinya pun telah terrpikat pada pria yang jauh kelihatan lebih gateng dari sang suami… lebih dari segalanya..

Mereka bercerai.. berjalan sendiri-sendiri dengan alasan klasik karena tidak sejalan lagi…

Tak lama sang perempuan pun menyandarkan tubuh dan hatinya pada bahu yang lain.. yang terlihat lebih menjanjikan.. Satu minggu.. satu bulan dan satu tahun… Semuanya serba indah hingga pada titik semuanya tak seperti dulu lagi..

Sang pria yang kini menjadi suaminya itupun kini dihantui pikiran-pikiran irasional.. apalagi sekarang ia bekerja jauh dari istrinya nan cantik jelita..

dalam hati berpikir..

“apakah ia bisa setia.. apakah ia bisa diandalkan..? apakah bisa ia kutinggalkan jauh.. sedangkan dulu dengan suami pertamanya hal inilah yang menjadi masalahnya.. apakah aku bisa mempercayainya sedangkan setelah 5 tahun berumah tangga ia justru bermain api denganku..? apakah mungkin tak akan ada aku aku yang lain.. yang menjadi pria simpanannya…?”

serta jutaan pertanyaan apakah yang lain…

Sedangkan sang perempuan pun mulai berpikir-pikir dalam diamnya… Saat mereka berjauhan.. saat mata tak saling memandang.. saat kepalanya tak berdekatan dan tidak bisa selalu bersandar di bahu. yang dulu terasa sangat nyaman.. Saat wajah ganteng yang sempat membuatnya tergoda tak bisa selalu dipandangnya..

dalam hati berpikir…

“apakah aku bisa mempercayainya saat ia jauh dariku? saat aku tak bisa melihatnya.. apakah mungkin hanya aku satu-satunya sedangkan banyak gadis-gadis menarik di sekelilingnya..? apakah ia bisa setia.. sedangkan permulaan kisah kami bukanlah kisah tentang kesetiaan..? apakah mungkin aku bisa memintanya setia sedangkan kisah kami berawal dari kisah pengkhianatan.. dan mungkinkah kisah ini akan tetap ada saat semuanya berawal dari sesuatu yang tidak sepatutnya ada..

sebuah cinta terlarang..”


dan akhirnya.. kisah itupun takkan mampu mengatasi segala keraguan yang muncul.. tak tahan uji.. dan tak bisa diandalkan..

Sepatutnya mereka menyadari sejak awal bahwa sebuah kisah perselingkuhan tak akan membawa pada kebaikan.. kecuali sebuah kehancuran…


Hancur.. yang tak menyisakan apa-apa..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s