Jika hatimu hanya terisi olehku..


suka aja ama gambar ini

(kisah) Wulan tentang Bayu..

 

 

Aku dan kamu…

Jika ada yang menanyakan tentang kita.. apa yang bisa kuceritakan pada mereka? Aku bukan bunga dan kau juga bukan kumbang.. Tidak.. kita tidak seperti itu.. Aku juga bukan seorang putri yang harus diselamatkan hingga aku tak pernah menyamakanmu dengan pangeran atau ksatria…. Aku adalah aku.. dan kamu adalah dirimu..

 

Kita.. adalah saat kau ada di sini.. Tanpa harus berucap.. tanpa harus ada hitam di atas putih.. tanpa ada penekanan dan surat perjanjian.. Kita, adalah ketika aku bisa memahamimu dan kau bisa mengerti tentangku.. 🙂

 

Kau tahu khan sayang, kalau aku bukan perempuan pencemburu dan mudah kehilangan akal sehatnya hingga menjadi posesif. Tidak… aku bukan perempuan seperti itu..

Aku juga bukan perempuan penuntut khan sayang? Aku tak pernah memintamu menjadi romantis dan memaksamu merangkai kata-kata puitis untuk merayuku.. tidak.. aku tak pernah memintamu melakukannya…

 

 

Aku terbiasa melihatmu berpenampilan cuek dan apa adanya.. Tak pernah bermanis lidah.. Tapi saat kau bilang kau merindukanku.. Aku tahu kau tulus mengatakannya.. Aku tak pernah berusaha mengubahmu.. karena aku tahu, jika aku menginginkanmu menjadi seperti yang kuinginkan.. aku menciptakan gambaran diriku dalam dirimu.. Tidak.. aku tak mau..

 

Aku tak pernah mengorek masa lalumu dan semua berjalan lancar dan baik-baik saja hingga suatu saat aku mendengar cerita tentangnya.. Ya.. tentang dirinya.. Tak banyak yang kuketahui tentangnya hingga sebuah kabar sampai di telingaku.. bahwa dia adalah.. pengisi ruang hatimu di waktu yang lalu.. perempuan berambut sepinggang dengan lesung pipit di pipi kirinya..

 

Aku menemukan fotonya saat aku membersihkan buku-buku kuliahmu yang hendak kupindahkan di lemari di ruang kerjamu.. entah mengapa buku itu terbuka begitu saja dan aku menemukan foto itu dan selembar kertas berisi not lagu dan sebuah lagu tercipta di sana… Tahukah kau apa yang kurasakan??

Seketika aku merasa dadaku sesak.. hatiku panas… dan aku tak bisa menamakan emosiku saat aku ingin meremas dan membakar foto gadis di genggaman tanganku.. Aku cemburu? Hey.. aku bukan perempuan pencemburu…!

 

 

Sejak saat itu aku mulai mencoba mencari tahu siapa gadis berambut sepinggang itu.. yang akhirnya kuketahui bernama Mentari.. dia.. mantan kekasihmu..

Seseorang dari masa lalu yang hampir saja mengenakan cincin di jari manisku ini di jarinya.. Ya.. Seharusnya dia yang kini bersanding denganmu.. aku takkan mencari tahu mengapa ia tidak menjadi penyandang namamu di belakang namanya.. Itu bukan urusanku.. dan aku tidak mau tahu.. Tapi satu hal yang membuatku sangat-sangat sakit adalah… ternyata kau sangat puitis di masa lalu.. Secarik kertas dengan nada2 dan syair yang kutemukan itu… adalah lagu yang kau persembahkan untuknya…

 

Biarlah.. biarlah engkau kini tak romantis dan tak puitis.. aku bisa terima.. Kau tak pernah melontarkan kata2 mesra.. aku pun tak mengapa.. Jadilah dirimu yang memang apa adanya dirimu.. Tapi kuminta satu hal padamu..

 

Jangan pernah kau sentuh gitar..

 

 

Karena saat kau memegang gitar.. aku mungkin akan kehilanganmu selamanya

 

Hari ini.. dengan mata memerah menahan bulir air mata yang jatuh.. seorang perempuan muda dengan cincin melingkar bertuliskan nama Bayu di dalamnya berdoa di dalam hatinya..

 

 

..semoga sampai di hatimu.. Jika memang hatimu hanya terisi olehku..

 

 

***

Delapan tahun yang lalu.. Sepasang anak muda nampak asyik menciptakan lagu.. Terdengar suara lembut milik sang perempuan..

“hey.. letakkan tanganmu disini.. lalu petik senarnya perlahan.. rasakan melodinya.. lakukan dengan hatimu.. perlahan.. ya.. begitu.. dan kau pun semakin mahir setiap harinya..”

 

Perempuan berambut sepinggang itu bergelayut manja di samping seorang pria berkacata mata oval.. sesekali mereka tertawa bersama.. dan lesung pipit terlihat di pipi kiri gadis itu..

Lagu itu diakhiri dengan kalimat..

“Selama kau memainkan gitarmu.. Ingatlah melodi yang tercipta.. yang kau bawa bersama cintamu padaku.. “

 

 

 

***

 

 

Masih di hari ini.. di tempat yang berbeda seorang pria memandang ke arah handphone yang berdering terus menerus.. Ia berada dalam sebuah dilema, haruskan ia mengangkat telepon itu..? Ataukah membiarkannya terhenti dengan sendirinya.. Ia tahu sang penelpon meskipun tak sedikitpun ia menatap layarnya…

Handphone pun berhenti dengan sendirinya…

 

5 misscalled.. dari Mentari…

 

Dalam hati Bayu berkata…

 

 

 

“Hentikanlah Mentari… aku telah berlabuh padanya.. “

 

Jam menunjukkan pukul 21.03 saat Bayu menatap langit melalui jendela ruang kerjanya.. Ada bulan di sana.. tersenyum kepadanya.. 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s