Yang dirindukan…


Situasi 1

Seorang perempuan datang.. Berjalan memasuki sebuah ruangan..

“Eh Na, kemana ajah lo? Lama gue ga ketemu ama lo.. Kangen tahu.. Apa kabar lo?”
“Iya iih.. gue juga kangen.. Sms gue kemaren nyampe ga? Gue kirain lo sakit…”

Beberapa orang yang lain menatap kemudian tersenyum ke arah perempuan yang dipanggil “Na” tersebut.. Ada yang memberanikan diri memanggilnya…

“Halo Nana… apa kabar?”
“Na, cantiik bener.. lama ngga kelihatan.. kemana ajah..?”

Situasi 2

Seorang perempuan datang.. Berjalan memasuki sebuah ruangan..

Tampak beberapa orang menatapnya.. Kali ini dengan pandangan tidak suka.. sebagian besar menatap sinis.. Terdengar suara dari beberapa orang yang sedang berbisik..

“Aah.. dia lagi.. ngapain siiyhh dateng??”
“Iya.. bikit sepet mata ajah…”
“cabut yuuk.. males gue kalo ngelihat dia.. nyebelin banget..”

***

Kedua situasi di atas mungkin pernah terjadi dalam kehidupan kita.. entah jadi si tokoh utama.. Ataukah jadi si pemaen pembantu.. Entah jadi pemeran antagonis atau jadi pemeran protagonis.. Percaya ato ngga.. kehidupan kita ini sebenarnya panggung sandiwara.. *eh kok malah ngomongin panggung segala ya? :D*

Yah intinya mah kita bisa ada di posisi mana pun.. sebagai yang dirindukan, seperti tokoh “Na” di situasi pertama.. Yang ketika dia datang langsung disambut dengan sapaan manis.. juga senyum manis teman2nya.. bahkan terkadang dengan pelukan hangat.. ๐Ÿ™‚

Ataukah memilih jadi tokoh tanpa nama di situasi kedua.. yang begitu datang disuguhi tatapan sinis.. kadang dengan wajah cemberut.. ato malah ditinggal pergi??

Kalau saya, lebih senang jadi si Na.. berasa dunia damai tentram.. Rest In Peace *eh.. ini mah mati ya? Salah… salah… Uuuh.. >.<*, maksudnya World In Peace.. :D. Yah begitulah… semoga kalo saya datang, ngga pada kabur semua ya… Aaaahhh tidaaakkk.. :((

Jadi teringat pada sebuah kisah.. Tentang seorang bapak2 tua yang akhirnya meninggal sendirian.. Karena tidak ada satu orang pun yang mau dekat dengannya.. Semua orang sebal saat menatapnya.. semua kesal padanya.. Hingga ketika ia meninggal dunia, semua orang sedang berada di posisi benci padanya.. Bapak yang malang… :(.

Semoga itu tidak terjadi pada diri kita ya… Amin..

Ada lagi kisah seorang nenek tua, yang meninggal saat ditemani keluarganya.. Ada anak-anaknya, ada cucu dan cicitnya.. Ketika semua datang mengunjunginya.. Bahkan ia tidak sedang sakit.. dan mereka semua sedang bercengkerama.. Sang nenek menutup mata dan menghembuskan nafas terakhir saat mereka sedang menonton video rekaman keluarga.. saat ulang tahun cicit ketiganya.. Ia meninggal dengan tenang.. di tengah-tengah orang yang dicintainya.. Semua orang sangat menyayanginya… Semoga ia beristirahat dengan tenang.. ๐Ÿ™‚

***

Eh postingan ini apa siiyh maksudnya? Apa benang merahnya..?

Saya cuma pengen berbagi ajah di sini.. tentang kisah ‘yang dirindukan’ dan kisah ‘yang tidak diinginkan’ kehadirannya.. Tanpa bermaksud untuk menggurui, semoga kedua kisah di atas bisa menjadi cermin buat kita bersama.. Bahwa kita tidak secara otomatis bisa jadi orang yang dirindukan.. Itu semua melalui sebuah proses.. dan prosesnya juga panjang.. salah satunya adalah mencoba memahami orang lain, melihat dari kacamata orang lain, belajar menempatkan diri di posisi orang lain..

Kalau kita senang mendapatkan senyuman dari orang lain.. mari kita tebarkan senyum kita untuk orang-orang di sekitar kita.. Sesuatu yang sederhana.. dimulai dari diri kita.. lakukan dengan ikhlas.. lakukan dengan tulus.. jangan menjadi beban..

Eh.. mulai gak jelas ini postingan.. Ya sudah.. saya hentikan saja ceracau saya pagi ini.. ๐Ÿ™‚

Hidup ini adalah pilihan.. semua diserahkan pada manusia itu sendiri untuk menentukan.. mau jadi manusia yang dirindukan.. atau sebaliknya.. jadi manusia yang tidak diinginkan kehadirannya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s