Ga peka?


uu

Suatu hari.. sepupu saya mengundang saya untuk datang ke syukuran rumah barunya.. Dia mengundang saya pada jam makan siang.. Karena pada saat yang sama ada undangan di tempat yang berbeda, saya pun memutuskan untuk datang ke acara pernikahan yang sudah mengundang saya lebih dahulu.. Karena jarak antara kedua tempat tersebut lumayan agak jauh, saya baru sampai di rumah sepupu saya menjelang ashar.. dan tentu saja tamu2 sepupu saya yang lain sudah pulang dan <del>hanya</del> menyisakan keluarga dari pihak istri sepupu saya..

 

Sepupu saya ini cukup dekat dengan saya ketika kami sama-sama masih jomblo dan belum menikah.. Kedua orang tuanya sudah meninggal.. tapi beliau berdua sangat baik sekali *semoga Allah SWT mengampuni dosa2 keduanya*. Jadi selain karena saya dah lama ngga ketemu sama sepupu saya itu, keputusan saya untuk datang ke rumahnya juga karena saya mengingat kebaikan kedua orang tuanya dan berniat untuk tetap menjalin silaturahmi..

 

Jadi, walaupun saya tahu sudah terlambat.. tetap saya putuskan untuk datang ke rumah barunya..

 

 

Sampai di sana.. seorang perempuan renta seusia nenek saya yang belum pernah saya jumpai menyambut kami dan berkata dengan bahasa Jawa Timuran yang kalau ditranslitin kurang lebih “Lho… acaranya sudah selesai.. tinggal cuci-cuci piring saja..”. Saya yang masih bingung menebak nenek ini siapa sambil menyalaminya dan mencium pipi kiri dan kanannya sambil tersenyum.. menganggap kata-kata si nenek adalah sebuah candaan khas Suroboyoan.. Tak lama pemuda2 yang masih ‘cangkruk’ di depan rumah sepupu saya ngomong sendiri ngga jelas.. (karena bukan ngomong sama saya.. jadi saya ngga terlalu mendengarkan).. dan tak lama ayah dan ibu saya mengajak saya pamitan…

 

Di dalam mobil, ibu saya bilang dan menasehati..

 

“Dik, mama tahu klo Damar *nama sepupu saya* itu deket sama kamu.. Tapi ini juga buat masukan ke depannya ya.. Tadi khan kita datang terlambat.. dan di sana mayoritas yang ada cuma tinggal keluarga Rani *istrinya Damar*, coba tadi kamu denger ngga mereka bilang apa?”

“ngga ma.. memangnya mereka bilang apa?” kata saya polos *pukul kepala pake panci* 😛

“begitu datang neneknya Rani langsung bilang kalau acaranya sudah selesai dan tinggal cuci piring saja.. Itu nyindirr dek.. dan cowo2 di depan juga bersahut2an bilang “yang penting transferannya.. transferannyaaaa…”. Apa coba maksudnya..? Sekarang ngga seperti dulu dik.. Bapak dan ibunya Damar sudah ngga ada.. Berganti dengan keluarganya Rani.. Jadi, berbeda sudah cara bicara dan ungkapan yang terlontar..”

 

Dan saya pun terdiam..

 

Entah saya yang ngga peka.. Atau desain telinga saya yang memang diprogram hanya mendengarkan kata-kata yang bagus dan selalu positif thinking ya..? dan mau ngga mau.. akhirnya saya jadi kepikiran sama kata-kata ibu saya.. 🙂

 

 

 

Jadi teringat sebuah kata-kata bijak…

 

“You only see what your eyes want to see..”

 

Dan saya hanya ‘mendengar’ kata-kata yang terdengar oleh telinga saya.. Sampai ngga mendengarkan kata2 sindiran itu terlontar..

 

Atau saya yang kurang peka ya? 😀

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Ga peka?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s