Sebuah kisah sedih..


pain

Aku tersenyum padanya saat ia mendekatiku.. Ya.. Pria muda dengan dandanan anak band itu.. Yang terlihat sangat menarik.. Eh bukan.. lebih tepatnya menakjubkan…

Lelaki tampan itu memang terlihat pendiam.. Tapi kau belum tahu bagaimana piawainya dia menggubah lagu bukan? Kalau tentang hal ini.. Aku yang paling tahu..

Ahh… aku terpaku saat ia tersenyum padaku.. Hatiku rontok dan aku merasa meleleh.. Lalu ia menggenggamku.. Dan aku pun pasrah kemana ia membawaku.. Ternyata ia menemui teman2nya.. Tanpa sungkan, tanpa canggung dan tanpa ragu sedikitpun.. Ia mengajakku bergabung dengan teman2nya.. Dan akupun bahagia karena ia membuatku merasa berarti…

 

Di hari yang berbeda.. Ia kembali mengajakku.. Aku hanya terdiam… Ia bercerita pada teman2nya.. bahwa ia baru saja menggubah sebuah lagu.. Dan tahukah kamu? Ia bilang pada teman2nya ia menjadi lebih bersemangat membuat lagu sejak bertemu denganku… Kalian dengar?? Sejak bertemu denganku..! Dan akupun merasa melayang.. belum pernah ada pria lain yang mengatakan hal seperti itu tentangku.. Kamu yang pertama.. dan kamu satu2nya..

 

Hari itu ia kembali mengajakku.. Ke studio tempat mereka biasa berlatih band. Pria tampanku mendekap erat tubuhku seperti tak ingin melepaskan.. Tak lama seorang laki-laki datang bersama seorang gadis.. Yang pria teman band lelaki tampanku.. Yang perempuan adiknya.. Katanya ia akan bergabung menjadi vokalis band.. Berarti akan berduet dengan lelaki tampanku.. Sang kakak pun memperkenalkan adiknya pada seluruh anggota band..

Pria tampanku pun berdiri dari duduknya.. Dan ia menurunkan aku dari pangkuannya.. Perasaanku jadi ngga enak.. Aku merasa dekapan hangatnya tak akan lagi kurasakan.. Tak lama semuanya pergi dari studio ini.. Mereka pergi meninggalkan aku di sini..

Tolong kembali… bawa aku bersama kalian.. Aku merasa tubuhku kaku dan tak dapat digerakkan.. Aku tak bisa beranjak jika ia tidak membawaku… Aku hanya bisa pasrah menantinya kembali… Mengapa ia melupakan aku setelah semua kebersamaan kita…? Sejak ia meninggalkan aku di bangku ini.. aku merasa terjatuh semakin dalam pada kenyataan..

 

 

 

 

 

bahwa aku hanyalah sebuah gitar..  

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s