Saat waktu milik kita..


window

Sabtu malam..

Ada aku dan kau..

Dan secangkir cinta di gelas kita masing-masing..

Saat hanya ada aku, kau dan secangkir cinta..

Saat waktu ini milik kita..

 

 

Sabtu malam berikutnya..

Hujan turun dengan derasnya..

Saat yang muda membatalkan janji kencan mereka

Dan memutuskan bergabung dengan aku dan kau..

Ada aku, kau, mereka, dan secangkir cinta di gelas kita..

Saat waktu ini milik kita..

 

 

Sabtu malam yang berbeda..

Dan waktu pun berlari semakin cepat..

Ketika yang muda beranjak dewasa..

Menghabiskan malam menikmati  secangkir cinta

di tempat yang berbeda..

 

 

Sabtu malam yang kesekian kalinya..

Akan selalu ada secangkir cinta di cangkir yang sama..

Ditemani rintik hujan di jendela depan..

Dan secangkir cinta dengan rasa yang tak pernah berubah..

 

 

Sabtu malam bertahun-tahun kemudian..

Kupandangi foto hitam putih bergambar dirimu..

Dengan cahaya berpendar lilin2 yang masih menyala di depannya..

Saat waktu terus berputar.. dan ketika usia tak lagi muda..

Semua itu tak pernah berubah sayang..

Akan selalu ada secangkir cinta di gelasku..

Meski kau tak di sisiku lagi..

 

 

 

 

Saat waktu ini milik kita..

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s