Ketika dirimu bukan milikku seorang..


vv

Ada cerita tentang kita.. sebuah cerita tentang cinta, kasih sayang, serta kebersamaan..  Ada cerita tentang aku dan kau.. kita, dalam hangatnya sebuah keluarga.. 26 tahun kita bersama.. Tanpa ada pertengkaran.. Tanpa pernah saling menyakiti.. Hanya ada perasaan saling menyayangi.. Karena rumah kita hangat dengan cinta yang kita miliki..

Hari itu, seorang perempuan muda datang. Engkau memperkenalkan dia padaku.. Ia masih sangat muda.. Jauh lebih muda dibandingkan aku.. Katamu.. perempuan itu kekasihmu.. Seseorang yang membuat hidupmu menjadi lengkap. Seseorang yang bisa memberikan kebahagiaan padamu.. menyempurnakan hidupmu.. Meski kau tak mengatakannya padaku.. aku menyadarinya.. Perempuan itu bisa memberikanmu kebahagiaan yang tak bisa kuberikan.. sejak saat itu ada yang berbeda..

Ada dirinya di antara kita..

 

Aku tahu, semua pasti akan terjadi.. dengan atau tanpa restuku.. Tapi aku lebih bahagia.. karena kau tidak menyembunyikannya dariku.. Sejak ia hadir di antara kita, semuanya berubah.. Waktumu lebih banyak bersamanya.. Jika kau tidak bisa menemuinya.. engkau akan menghabiskan waktu menelponnya, atau meng-sms-nya.. Walaupun ketika aku memergokimu.. engkau berusaha menyembunyikannya..

Beberapa kali pembicaraan kita menyangkut hubunganmu dengannya.. Dan selalu menyisakan rasa sesak di dadaku.. Sekelebat perasaan muncul di benakku.. perasaan takut kehilanganmu.. Kau semakin banyak menghabiskan waktu bersamanya.. aku tahu kini ia sudah memenuhi hidupmu dengan bahagia.. Tapi setiap kali kau datang.. aku akan selalu menyambutmu dengan senyuman.. Berharap engkau akan sedikit mengingatku dan tetap memberikan ruang padaku di hatimu..

Mungkinkah?

 

Suatu hari.. 2 tahun setelah kau menjalin cinta dengannya.. Kau bilang.. kau akan menikahinya.. Ya.. perempuan itu.. perempuan yang kau kenalkan padaku.. Lalu kau bertanya pendapatku.. dan aku hanya terdiam.. Jika memang itu yang kau inginkan.. Aku menyerahkan segalanya padamu..

 

Hari ini, disaksikan keluarga besar.. aku menatapmu dari kejauhan.. Engkau berjabat tangan dengan seorang pria, ayah sang perempuan.. Di sebelah kiriku, perempuan muda dengan hati yang cantik secantik parasnya duduk.. Perempuan santun pilihan hatimu.. Ia duduk dengan pandangan menunduk.. dan tak lama terdengarlah suara ijab qabul bergema..

Aku menitikkan air mata.. Bukan.. bukan air mata sedih.. Tapi air mata kebahagiaan karena hari ini pria yang kucintai menemukan kekasih hatinya.. belahan jiwanya..





Ya, hari ini, putraku telah menemukan tulang rusuknya yang hilang..  

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s