Cinta Gila..


bunga

Seorang perempuan muda sedikit terkejut mendapati sebuah undangan diselipkan di pagar di depan rumahnya.. Nama ayahnya tertera di depan amplop sebagai nama penerima undangan.. Undangan pernikahan.. Siapa yang menikah?

Tangan mungilnya dengan cekatan membuka amplop di hadapannya dan mendapati gambar calon pengantin di dalam undangan tersebut.. Seketika lututnya terasa lemas.. Ia jatuh terduduk.. Undangan itu terlepas dari tangannya.. Tangan kanannya meraih amplop berwarna merah jambu lalu meremasnya dengan keras.. Ia mengusap sebulir air mata yang menetes di sudut matanya dengan punggung tangannya.. Ia terisak…

Setelah ia bisa menguasai dirinya.. Ia berdiri perlahan dan masuk ke dalam kamarnya.. Membuka laci meja duduknya.. lalu mengambil sebuah foto.. Foto kenangan. Foto bergambar dirinya dan pria yang sama yang kini tergambar di undangan pernikahan di hadapannya.. Foto sang pria dengan perempuan lain..

Ia kembali mengaduk2 isi laci.. namun tidak menemukan benda yang dicarinya.. Matanya beralih menatap lemari baju di samping kanannya dan memutuskan mencarinya di bawah tumpukan baju-bajunya.. dan ia menemukannya..

 

Segera ia menyambar tasnya lalu berlalu.. Menyalakan sedan biru metaliknya dan melajukannya dengan kecepatan penuh.. Menuju ke sebuah rumah mungil bercat hijau.. Rumah sang pria.. Dari dalam mobil ia melihat sepasang muda-mudi bergandengan tangan dengan wajah penuh dengan cinta.. May, demikian nama perempuan itu terbakar api cemburu.. Ia pun merogoh tasnya.. mengambil sesuatu lalu keluar dari dalam mobilnya.. menghampiri pasangan yang wajahnya menghiasi undangan di tangannya.. May menatap keduanya dengan wajah marah.. Menatap sang pria dengan emosi.. lalu mengacungkan pistolnya ke dada sang perempuan.. dengan emosi ia berkata pada sang pria…

“Selamat.. kamu berhasil membuat aku patah hati.. Kamu tahu seberapa dalam lukaku karenamu…?? Mengapa kamu tega?? Jadi ini calon pendampingmu?? Wanita pilihan hatimu?? Dia..? kenapa harus dia? Bukan aku? Kenapa?? Kenapa??”

Sedetik kemudian sebuah letusan terdengar.. sebuah peluru menembus lengan kanan sang perempuan.. Ia jatuh tersungkur.. Pistol di tangan May pun terjatuh..

Orang-orang di sekitar mereka langsung mendekati May.. Membawanya ke kantor polisi untuk diamankan.. May meronta-ronta hendak melepaskan diri.. Samar-samar teriakannya masih terdengar..

“..kalau aku tidak bisa memilikimu.. tidak ada yang bisaaa…. tidak ada yang bisaaaaa……”

 

Beberapa orang yang lain menggotong sang perempuan, Rachel, ke rumah sakit, tunangannya Hans menggenggam tangannya dengan erat.. Beberapa orang berbisik.. salah seorang berkata…

 

 

 

 

“kasihan dokter Hans, pasien yang baru seminggu keluar dari rumah sakit jiwa itu memang sejak dulu tergila2 padanya.. Namanya May, putri dokter James, kepala rumah sakit jiwa tempat dokter Hans bekerja..”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s