Cantikku…


beauty

Gadis berambut sebahu yang dibiarkan tergerai itu tersenyum padaku… Berlari mendekatiku lalu bergelayut manja di lenganku..  Aku memanggilnya cantikku.. ia kesayanganku.. Sejak aku pertama kali dipertemukan padanya aku sudah jatuh cinta.. sejak saat itu aku berjanji dalam hatiku, akan menjaganya, mencintainya dan menyayanginya dengan segenap jiwaku..

Dia sudah mengisi hatiku jauh sebelum ia menyadarinya.. Tatapan matanya yang jernih, lesung pipitnya saat ia tersenyum semuanya mempesonaku.. Aku selalu dibuat tak berkutik olehnya.. dan semua permintaannya adalah perintah bagiku.. Aku tahu aku salah terlalu memanjakannya.. Tapi aku mencintainya.. dan bagiku, membuatnya bahagia adalah kebahagiaan untukku..

 

Kami bertemu lagi di cafe ini.. Setelah si cantik mengirim pesan singkat ke henponku.. Katanya ada sebuah kejutan untukku.. Aku pun tak sanggup menolak ajakannya. Dan di sinilah aku.. menunggu si cantikku datang..

Aku mengenali rambut hitam sebahu yang kali ini berhias bando putih memasuki kafe.. Lesung pipit di pipi kanannya terlihat saat ia tersenyum pada salah seorang pramusaji kafe.. Sang pramusaji menunjuk mejaku dan ia berjalan ke arahku.. Tersenyum.. lalu mendaratkan ciuman di pipiku..

Aku bahagia sekali.. Ia semakin cantik saja setiap harinya..

Kami mengobrol.. memesan makanan kesukaan kami berdua.. Menikmati secangkir cinta di gelas kami masing2 dan menikmati sore hari yang indah ini dengan lantunan piano yang dimainkan oleh pianis yang sengaja disewa oleh pemilik cafe.. Aku sungguh bahagia.. Hari ini milik kami berdua.. hanya aku dan cantikku.. Hingga akhirnya… terdengar bunyi henpon si cantik.. Ia mengangkatnya.. berbicara dengan seseorang di seberang sana.. Lalu ia menoleh ke kiri dan kanan.. mencari2 seseorang.. Lalu berdiri dan melambaikan tangannya…

Seorang pria muda mendekati kami.. menatap ke arah cantikku lalu tersenyum.. Wajahnya berseri2 dan kedua matanya berbinar2.. sama seperti saat pertama kali aku bertemu dengan si cantik beberapa tahun silam.. Wajah pria yang sedang jatuh hati.. Si cantik menoleh ke arahku.. Aku pun berdiri menyambut sang pria dengan sedikit enggan.. Tersenyum padanya hanya untuk menyenangkan cantikku.. Lalu terdengar suara si cantik berkata sambil tersenyum manis ke arahku…

 

 

 

 

 

“Kenalkan ini Arman.. Dia teman dekat Reva.. Ini lho “kejutan” yang Reva bilang tadi.. Arman, kenalkan.. ini papaku..”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s