Si abang dan es krim..


klim

Seorang anak merengek pada ibunya.. minta dibelikan es krim.. Tapi sang ibu menolak.. Inilah percakapan yang terjadi di antara mereka..

“Bunda… minta uang..”
“Buat apa?”
“Beli es klim …”
“Lho.. abang khan lagi pilek.. Buat apa makan es krim? Nanti pileknya ngga sembuh2 lho.. Ini bunda buatkan kue bolu.. Kita makan kue bolu saja ya..?”
“Ngga mau… abang mau es klim..”
“Lho kok abang ngga mau nurut ya.. Khan katanya anak sholeh.. anak sholeh nurut klo dibilangin sama ayah dan bunda.. Nanti klo sudah sembuh boleh maem es krim lagi.. Kalau sudah sembuh nanti kita beli es krim sama ayah.. Sekarang maem bolu dulu ya…?”
“Abang ndak mau kue bolu.. ayolah bunda.. selibu saja… Ya..? ndak pa pa ndak… tinggal dikit kok pileknya.. Ya bunda ya?..” abang mulai merajuk…
“Nanti kalau ndak mau nurut dimarahi pak polisi lho.. abang mau ditangkap pak polisi..?”
Mendengar kata-kata ibunya abang terdiam.. Mungkin ia kepikiran bagaimana kalau ia ditangkap polisi.. Bunda melihatnya sekilas.. ada perasaan geli sekaligus senang akhirnya ia mulai berhasil mengatasi anaknya.. 😀

“Ah.. ndak ada polisi kok bunda.. Ya.. ya… Bun? Sekaliiiiiiii ini saja…..”

Bunda melirik ke arah jam dinding.. Lalu menjawab permintaan sang anak.. “Ya sudah tapi belinya di bu Dewi saja ya..? Jangan jauh-jauh..” Kali ini bunda yang mengalah.. Lalu menyerahkan uang seribu rupiah pada sang anak..

Abang terlihat senang keinginannya dipenuhi sang bunda.. Tapi… baru saja ia hendak membeli es krim di toko Bu Dewi.. ia melihat seorang laki-laki tinggi besar di halaman rumah bu Dewi.. Abang mengurungkan niatnya dan pulang kembali ke rumah..

 “Bunda.. ini uangnya.. abang ndak jadi beli es klim.. nanti saja kalau sudah ndak pilek..” abang menyerahkan uang dalam genggamannya lalu berjalan menuju ruang tengah.. duduk di depan televisi menonton film kartun..

Bunda terheran-heran melihat gelagat si anak.. Karena penasaran ia melihat ke arah rumah bu Dewi yang di depannya terdapat tokonya.. Ternyata…

 

 

 

 

 

 

Ia melihat seorang pria di halaman rumah Bu Dewi. Berperawakan tinggi besar.. Suami bu dewi.. Oohh.. mungkin itu yang menyebabkan si abang mengurungkan niatnya.. karena ternyata pria berperawakan tinggi besar itu yang bersiap akan berangkat menunaikan tugas… Pria berkumis tebal.. yang juga menggunakan seragamnya.. adalah seorang polisi lalu lintas.. 😀

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s