Seandainya aku tak pernah tahu…


reva

Perempuan itu tersenyum.. Tapi senyumnya menghilangkan bahagiaku.. Tak lama suaranya terdengar.. Tapi entah mengapa justru mengganggu pendengaranku.. Kau dan dia terlibat pembicaraan.. obrolan antar kawan lama.. Obrolan tentang sekolah dan teman sepermainan.. Obrolan yang biasa-biasa saja.. Tapi entah mengapa aku tidak menikmatinya..

Perempuan itu tersenyum padaku.. Entah mengapa tiba2 stok senyumku jadi habis.. Aku cuma bisa.. memberikan senyum palsuku.. Ahh.. ada apa denganku..?

Tak lama ia melihat si mungil.. menyapanya dengan suara ramahnya.. Suara yang semakin menyesakkan dadaku.. Tiba-tiba aku merasa tidak enak badan.. Aku merasa sesak di dada.. Tenggorokanku tercekat.. tak mampu mengeluarkan suara..Tiba-tiba saja aku jadi orang paling pendiam..

Seseorang mengenali wajah si perempuan.. Lalu ia memanggil perempuan itu.. sang perempuan pun mohon diri.. masih dengan senyum dan keramahan di wajahnya.. Perlahan tapi pasti.. Aku merasa kesehatanku membaik.. Rasa sesak di dada perlahan menghilang.. dan aku merasa lebih bahagia…

Aku memandangnya dari jauh.. Perempuan itu asyik mengobrol dengan kawan-kawan lamanya.. Kau pun asyik berbincang dengan yang lain.. Aku merasa sedikit bersalah.. Pada perempuan berbaju putih itu..

 

 

 

 


 

“Aah.. seandainya saja aku tak pernah tahu.. bahwa perempuan itu.. pernah ada di hatimu.. “

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Seandainya aku tak pernah tahu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s