Aku benci hujan…


hujan

Aku tidak menyalahkan orang2 yang mencintai hujan.. Mereka bilang itu mengingatkan mereka akan romantisme bersama kekasih mereka masing-masing.. Ada yang ingat kenangan saat berteduh di bawah pohon rindang dengan sang kekasih.. ada yang rela hujan2an berdua dengan kekasihnya atau justru berdansa di bawah rinai hujan..

Tapi kalau kau bertanya apa aku suka hujan.. Aku pasti dengan spontan akan menjawab TIDAK.. aku benci pada hujan..

Hujan memang mengingatkan aku padanya. Dia yang memberikan sejuta kebahagiaan padaku. Dia yang selalu punya cara untuk membuatku tersenyum.. Dia yang pernah menjadi segalanya untukku.. Tapi ketika dia segalanya.. Dia juga yang mengambil semua kebahagiaan dan semua senyuman dari wajahku dengan cara yang berbeda.. Mengambil semuanya.. Tanpa sisa…

Kalau kau ingin tahu mengapa aku membenci hujan.. Inilah ceritaku…

 

Dulu aku sangat menyukai hujan.. Hujan yang mempertemukan aku dengan dirinya.. Waktu itu aku mengira akan selalu mencintai hujan.. Hujan yang mendekatkan aku denganmu.. Selama 4 tahun kita selalu bersama.. Kukira semua itu akan berakhir bahagia.. selamanya.. Tapi, ketika aku akan memberikan kejutan di hari ulang tahunmu.. Aku datang ke kampusmu.. sesuatu yang tak pernah aku lakukan.. Di sana aku melihatmu bersamanya!

Kau lingkarkan tanganmu di pinggangnya dan ciuman bibirnya mendarat di pipimu.. Lalu kau dekatkan dahinya ke bibirmu.. Lalu kau berikan kecupan sayang.. Apa maksudmu???  

Apakah 4 tahun terakhir bukan sesuatu yang istimewa untukmu? Kau anggap apa diriku?

 

Aku hanya berdiri dan terdiam di depanmu dan dirinya.. Kue ulang tahun terjatuh dari genggaman tanganku.. bunyinya mengagetkanmu dan dirinya.. Kalian berdua menatapku dan kau pun mendekatiku setelah sebelumnya meminta kekasihmu meninggalkan kita.. Ya kekasihmu.. Kalau dia kekasihmu, lalu aku ini siapa?

 

Aku merasa diriku terhempas dari langit.. Jatuh terjerembab masuk ke dalam tanah.. Tak ada yang bisa menolongku.. dan aku memilih untuk tidak melakukan apa2.. Kata2mu masih terngiang di telingaku..

“Maafkan aku, aku mencintai orang lain…”

Begitu saja.. dan berakhirlah semuanya.. Aku tak mau berlama2 berada di sana.. Aku harus menjauh dari dirimu dan dirinya.. Kulajukan sepeda motorku sekencang-kencangnya.. Tak lama hujan pun turun.. Langit kelabu seperti mewakili perasaanku.. Aku menangis.. Ya.. aku menangis dalam hujan.. Aku tidak memperdulikan sekujur tubuhku yang basah kuyup.. Bahkan kubiarkan hujan membasahi rambut dan wajahku.. Air mataku bersatu dengan hujan..

Air mataku tumpah tanpa bisa kukendalikan.. Pandanganku pun menjadi kabur.. Saat aku menyeka mataku dengan punggung tanganku, aku kehilangan keseimbangan.. Saat aku mencoba menyeimbangkan kembali setir motorku, aku tidak menyadari ada sebuah sedan di depan motorku.. Dan akupun terhempas.. Tak kudengar lagi suara rinai hujan.. semuanya gelap..

***

 

Sudah 6 bulan aku terbaring di rumah sakit ini.. Tak dapat bicara dan tak dapat bergerak.. Aku koma.. Hanya kudengar suara ibuku menyapaku setiap pagi.. Berharap aku bangun dan memeluk tubuh rentanya.. Seandainya aku bisa…

Hujan masih terdengar dari balik jendela kamar rumah sakit.. Tapi aku sudah mati rasa.. aku tak lagi menyukainya.. Hujan selalu mengingatkan aku di hari itu.. Saat kau bersamanya, saat sedan itu menabrakku dan saat dokter mengatakan bahwa aku koma..

Jadi, salahkan aku jika aku membenci hujan…?

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Aku benci hujan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s