Kanthi, Maia dan Aira..


mom

Cerita Kanthi..

Aku seorang ibu dari 7 orang anak.. Aku tipikal wanita Jawa yang selalu memegang norma-norma ketimuran.. Aku diajarkan menjunjung tinggi nilai-nilai adat.. ada jenjang antara yang muda dan yang tua.. Anak harus menghormati orang tua.. dan aku cenderung kaku.. Di masa tuaku kini.. aku baru menyadari.. aku tak dapat merangkul anak-anakku dengan kasih sayang yang mereka inginkan.. aku jarang memeluk.. apalagi bersenda gurau.. Kini aku baru menyadari.. ‘jarak’ yang dulu kuberikan pada mereka.. memberikan jarak yang cukup besar pada hubungan kami.. Aku tidak dekat seperti Maia, putri keempatku pada Aira putri bungsunya.. serta Aira pada Kanaya, cicitku.. Seandainya waktu dapat kembali.. Tapi sungguh.. aku menyayangi anak-anakku..

 

Cerita Maia..

Aku ibu dari 3 orang anak.. Aku dibesarkan oleh seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya.. Aku tahu ibu menyayangiku.. walaupun ia tidak pernah memeluk dan bersenda gurau dengan kami.. Tapi aku tahu alasannya.. Ibu dibesarkan oleh adat istiadat yang mendarah daging.. Adat yang menjunjung tinggi budaya Jawa yang lekat dengan jenjang antara yang muda dan yang tua.. Budaya itu yang membuat ibu terkesan kaku.. tegas dan jarang tersenyum.. Aku bertekad.. Jika aku punya anak nanti aku akan lebih banyak memberikan pelukan pada mereka.. tersenyum dan tertawa bersama mereka.. Aku ingin anak-anakku merasakan kasih sayangku.. melalui pelukan yang hangat dan senyum yang tulus..  

 

Cerita Aira..

Aku ibu dari seorang putri.. aku masih baru dalam mengasuh anak.. dan aku belajar banyak hal dari seorang ibu yang hebat.. Ibuku sangat menyayangi kami.. Ibu selalu rela meluangkan waktu bersama kami.. tersenyum bersama kami, bersenda gurau dengan kami.. Ibu seperti sahabat untukku.. Pengganti kakak perempuan yang tak pernah kumiliki.. Tak ada yang tak bisa kuceritakan padanya.. Aku sangat menyayanginya.. Pelukan hangatnya selalu aku rindukan.. Ketika aku bersedih.. ibu selalu punya cara untuk membuatku tersenyum bahkan tergelak dengan leluconnya.. Ibuku selalu punya jawaban dari setiap pertanyaanku.. Dengannya di sampingku tak ada yang perlu aku khawatirkan.. Kelak.. aku akan membesarkan Kanaya seperti ibuku membesarkanku.. memberikan banyak pelukan-pelukan hangat dan tersenyum padanya.. Aku beruntung dibesarkan oleh seorang Maia.. 🙂

 

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Kanthi, Maia dan Aira..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s