..dan akupun berubah..


brubah

Aku menghentikan mobilku dan membaca kembali catatan yang diberikan Draco padaku.. Pria tinggi besar dengan baju berkerah tinggi. Pria yang kutemui di sebuah kedai kopi di pinggiran kota ini.. Kota yang baru kudatangi..

Aku baru saja akan memulai hidupku yang baru sebagai seorang pemain opera.. Cita-cita yang sejak dulu tertanam dalam benakku.. Bayangan menjadi bintang opera ternama seperti Diva, seorang tokoh favorite-ku dalam novel terlaris dengan judul yang sama..

Dan di sinilah aku.. terdampar di kota antah berantah tanpa sanak keluarga.. mencari tempat tinggal lalu memulai audisi demi audisi demi peran diva yang kuidam-idamkan..

Aku bertemu Draco di sebuah kedai kopi.. Ketika aku bertanya pada pemilik kedai tentang informasi rumah yang disewakan dengan harga murah.. dan Draco pun memberikan alamat rumah ini.. Katanya sang pemilik telah pergi ke luar kota karena pemilik yang lama memberikan rumah ini sebagai warisan.. sedangkan penerima warisan lebih banyak menghabiskan waktu di luar kota mengurusi bisnisnya..

Sang penerima warisan menyewakan rumah dengan 5 kamar dengan harga sangat murah hanya agar rumah itu terawat dan tidak banyak mempermasalahkan bagaimana pembayarannya.. Sang pemilik bersedia jika aku mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya dan mengatakan akan menitipkan kunci pada tetangga di sebelah rumahku.. Yang ternyata tetanggaku adalah Draco..

Draco adalah pria berusia sekitar 27 tahun.. Masih sangat muda.. tampan dan tak banyak bicara.. Aah.. pria cool selalu membuatku penasaran.. *hayah.. :p*

 

Sore itu akupun resmi menjadi penghuni rumah bernomor 13 itu.. Rumah berkamar 5 yang memiliki jam besar di ruang tamunya.. Aku berniat menyewakan 3 kamar yang lain agar aku tidak sendirian.. sedangkan 2 kamar yang lain.. aku gunakan sendiri.. Kamar utama sebagai kamar tidurku.. sedang kamar kedua untuk kugunakan berlatih menjadi pemain opera.. Sempurna!

 

Kudengar ketukan di pintu depan.. dan aku pun bergegas membukanya.. Rupanya sang pria tampan yang mengetuknya.. Draco.. Aku pun mempersilahkannya masuk.. Ternyata ia membawa sebotol anggur putih.. Katanya untuk ucapan selamat datang dan bergabung menjadi warga The Nice.. The Nice adalah nama perumahan tempatku tinggal kini..

Jarum jam menunjukkan pukul 10 malam ketika kami meneguk anggur putih yang pertama.. Aku tak pernah mencoba minuman ini sebelumnya.. Tak lama.. saat gelas kedua aku minum.. Aku merasakan tubuhku menjadi ringan dan aku pun tak sadarkan diri…

***

Dentingan jam besar di ruang tengah membangunkan aku.. Pukul 12 malam.. Aku merasakan kepalaku yang berat karena minuman anggur.. Kuarahkan pandangan berkeliling dan Draco sudah tidak ada di sana.. Aku pasti tertidur hingga ia pulang tanpa membangunkanku… aku menatap wajahku di depan cermin besar di kamar utama saat aku menyadari wajahku yang tampak pucat.. aku merasaka  leherku kaku dan sedikit perih.. Kusentuh leher kiriku.. ada luka di sana.. Mungkin aku terjatuh dan mengenai benda tajam saat tak sadarkan diri.. Kuarahkan leherku ke depan cermin untuk kulihat lukanya..

 

Aku melihat 2 luka berjajar ke samping.. Pandanganku beralih ke sudut atas cermin.. sebuah stiker.. The Nice.. yang ternyata kepanjangan dari The Nightmare Castle.. sedetik kemudian, aku merasa sangat haus.. Aku menyadari ada perubahan dari wajahku.. dan aku baru menyadarinya sekarang.. Aku memiliki 2 taring yang panjang.. dan mataku berkilat putih.. aku berubah…

 

 

 

 

         ‘

 

Menjadi vampire…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s