Ada apa denganmu, sayang…?


teh

Hari ini kamu terlihat pucat..

Kemarin juga begitu..

Bahkan dua hari sebelumnya juga begitu..

Aahh.. hujan akhir2 ini memang turun..

Pantas saja kamu terlihat kurang sehat…

 

Pulang kerja kamu terlihat lesu..

Berangkat kerja pun terlihat enggan..

Tidak banyak bicara..

Dan mudah sekali lelah…

 

Pagi ini aku membangunkanmu..

Dengan ciuman hangat di pipi..

Serta kecupan sayang di kening…

Kuletakkan punggung tanganku di keningmu..

Sedikit hangat..

Apa kamu sakit…?

 

Hari ini kamu hanya terdiam di balik selimut..

Hujan turun dengan deras di luar sana..

Petir terdengar menggelegar beberapa kali..

Kusodorkan teh hangat padamu..

Engkau meneguknya.. lalu kembali tertidur..

***

 

Sabtu pagi…

Hujan tak lagi terdengar..

Tapi masih menyisakan sisa dingin dan udara yang segar..

Aku sengaja bangun tanpa bersuara..

Mengendap2.. lalu membuatkanmu segelas teh hangat..

Aku membayangkan akan membangunkanmu dengan kecupan..

Seperti biasanya..

Namun ternyata..

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s