Maap aku mengganggu, sayang…


girl

Cerita sebelumnya..

Aku berdiri.. dan tanganku mengepal.. kukumpulkan seluruh energi.. kuhapus air mataku.. sudah kuputuskan.. aku akan menemui dirimu…

sekarang!

***

Versi 1

Aku berjalan perlahan menuju rumahmu.. Aku terdiam namun pikiranku melayang-layang.. memilih kata-kata yang tepat untuk kukatakan saat nanti aku berhadapan denganmu.. Apakah kalimat “aku masih mencintaimu..?”. Aah.. seperti pengemis cinta saja.. Tapi aku memang masih mencintaimu..! Sebagian diriku mendukungku.. namun sebagian yang lain justru sebaliknya..

Di dalam kebimbangan aku menangkap sekelebat bayanganmu.. Ya.. itu kamu..! kamu yang selalu dalam pikiranku.. selama dua pekan terakhir.. Tapi kamu ngga sendirian.. Siapa dia..? Apa dia pacar barumu…?

 

Dulu kita sama-sama menyukai balon.. Lalu kita bergenggaman tangan memegang balon ini berdua.. Aku dan kamu.. Saling menjaga.. menjaga agar balon ini tidak lepas.. menjaga balon yang sama-sama kita sayangi.. Hingga suatu saat kamu bilang. “aku sudah tidak mau memegang balon ini lagi..”.. Dan tinggallah aku sendiri bersama balon yang dulunya milik kita berdua.. Hanya aku sendiri.. tanpa dirimu memegangnya lagi…

 

Aku merasakan sakit di ulu hatiku.. sakit sekali.. ini karena aku kehilangan hatiku.. Ya.. aku telah memberikan hatiku padamu.. aku harus menemuimu.. untuk mengurangi rasa nyeri ini..

 

Aku menarik nafas panjang sebelum akhirnya berjalan mendekatimu dan dirinya.. Aku berjalan dengan langkah cepat.. nafasku memburu.. dan kini aku ada di belakangmu.. aku menepuk punggungmu dan kau pun menoleh.. Tampak terkejut melihat kedatanganku.. Aku menatapmu tajam.. tepat di kedua bola matamu.. Tanpa kau bicarapun aku sudah tahu.. Kamu tidak mencintaiku lagi…

 

Aku mengambil sebilah pisau dari balik punggungku.. menusukkannya di dadamu.. Perempuanmu menjerit dan engkau pun jatuh tersungkur.. Aku duduk bersimpuh di sampingmu.. mengarahkan tanganku menembus ulu hatimu.. mengaduk-aduk dan mencarinya.. Hingga aku mendapatkannya.. Ya.. aku telah mendapatkannya.. Aku berdiri dengan seluruh kekuatan yang tersisa.. Aku berkata pelan padamu.. tak menghiraukan perempuanmu yang menjerit lebih keras…

Sebelum beranjak pergi aku berkata pelan padamu…

 

 

 

 

 

“Maap aku mengganggu harimu sayang.. aku cuma mau mengambil hatiku kembali.. itu saja..”

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s