JOE..!


tatto

JOE…!

Begitu mereka memanggilnya.. Pria berbadan tegap dengan tato di lengan kanan dan kirinya.. Seorang preman terminal yang juga merangkap copet kelas kakap.. Kerasnya ibu kota menjadikan hatinya pun sekeras baja.. kerasnya ujian hidup yang diterimanya menjadikannya sebagai manusia yang seakan tak punya hati.. luntang luntung di ibukota tanpa pekerjaan berbulan-bulan menjerumuskannya ke lembah hitam.. ‘mengambil paksa’ dari orang lain demi mendapatkan sesuap nasi.. ya.. mencopet! Dan ia merasa wajar mengambil paksa dari si kaya untuk dibagikan pada si miskin..

 

“dapet berapa bang?” Otong bertanya..

“lumayan.. 500 ribu”

“bisa pesta kita…”

“hahaha… ini kau bagikan pada anak2 yang belum makan dari pagi..”

Joe menyerahkan 300 ribu pada Otong.. Anak-anak yang dimaksud adalah pengamen dan pedagang asongan yang diasuhnya.. Ya.. ia tidak menikmati hasil jarahan untuk dirinya sendiri.. tapi untuk dibagikan pada sesamanya.. Semua warga yang mencari sesuap nasi di terminal ini..

Banyak orang yang menyebutnya terminal setan.. karena terminal ini sedemikian angkernya.. jangan lengah.. tetap waspada karena copet ada di mana-mana.. tapi bagi pedagang asongan, pengamen jalanan.. terminal ini terminal idaman.. tempat mereka berkumpul berbagi suka dan duka.. Ironis..? begitulah…

 

Seorang perempuan dengan dandanan menor berjalan mencari bus.. Otong menangkap sinyal ‘rejeki’.. lalu berkata pada Joe yang sedang menghitung hasil jarahan.. “bang.. arah jam sebelas.. korban empuk.. kita sikat..?”

Joe menatap target yang dimaksud lalu tersenyum lebar.. “kamu di depan..!” Begitu saja.. mereka segera bertindak dan tak lama mereka sudah duduk kembali di bawah pohon sambil membawa dompet lipat si perempuan menor.. Tak lama.. terdengar suara lengkingan…

 

“Tolooooong… copeeeeeett..”

Dan dua orang pria dengan tato di kanan dan kiri.. duduk di bawah pohon hanya tertawa lebar.. puas menghitung jarahannya..

***

Siang itu terasa sangat terik.. Otong duduk sendirian di bawah pohon.. menunggu target berikutnya.. tak ada orang kaya.. tak ada yang bisa dijarah.. ia terduduk mengantuk hingga matanya menatap sinyal ‘rejeki’.. seorang perempuan renta berusia sekitar 5o tahunan.. membawa tas di lengan kanannya.. menoleh kanan kiri seperti kebingungan..

Secepat kilat Otong mendekati si ibu.. menyilet tas dalam genggaman si perempuan renta lalu mengambil dompetnya.. Sambil berjalan menuju pondok istirahatnya ia mengambil uang di dalam dompet itu.. lalu membuang dompet di sekitar pohon kemudian beranjak pergi..

 

Siang yang terik.. Joe merasakan tenggorokannya kering.. ia mencari2 uang di saku celananya.. Tak ada sepeserpun.. semua uang sudah diberikannya pada anak2 asuhnya.. tiba-tiba matanya menangkap sebuah dompet hitam tergeletak di dekatnya.. diambilnya dompet tersebut. Tak ada uang sama sekali.. sepertinya dompet seorang perempuan yang sedang sial.. Penasaran dilihatnya tanda pengenal si pemilik dompet dan seketika tenggorokannya tercekat.. mengenali pemilik dompet tersebut.. dibacanya nama dalam KTP tersebut dengan lebih jelas.. lalu alamat yang tertera di sana…

 

Suminah
Dusun Lebak Dalam I RT 006 RW 006
Kelurahan Jembar Arum Kecamatan Legok Asri
Banjarnegara

 

Wajahnya pucat pasi.. merasa benar-benar yakin sekarang.. Ya.. ia mengenali wajah dan nama pemilik dompet itu.. Karena… dompet itu adalah… kepunyaan… ibunya sendiri…! <img src=http://l.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/13.gif> <img src=http://l.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/17.gif> <img src=http://l.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/20.gif>

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s