Berhentilah Menulis..


her

“Menulislah de.. Aa tahu ade suka nulis khan?”

Sebuah kalimat sederhana.. diucapkan begitu saja oleh suamiku beberapa bulan setelah kami menikah. Ya.. sejak menikah, otomatis saya kehilangan pekerjaan saya yang lama dan berganti pekerjaan baru.. demikian juga jabatan saya.. dari karyawan biasa naik menjadi ahli keuangan, sekretaris pribadi sekaligus istrinya karyawan.. *hadah iki opo tho..?! :D*

Dengan berubahnya status dan rutinitas.. waktu saya lebih banyak di rumah.. Hobby lama saya menulis acakadul itu pun akhirnya kembali menghampiri saya.. Saya sempat bingung mau nulis tapi nulis apaan.. Karena cukup lama saya meninggalkan rutinitas tersebut. Blog tempat saya menulis luapan hati itupun kembali saya buka.. Tapi saya ngga nemu ide apapun.. Dan akhirnya saya ‘hanya’ semacam menulis diary saja..

Hingga suatu ketika.. terdamparlah saya di ngerumpi.com ini.. dari sekedar membaca beberapa artikel yang diposting, saya menemukan banyak sekali ide untuk dituangkan.. Bahkan.. seperti ketaghan.. saya seringkali memikirkan sebuah topik, jalan cerita dan mulailah saya membuka halaman kosong di word.. memilih beberapa kata lalu mulai menuangkan isi kepala.. Begitu saja.. ide di kepala pun mengalir dengan derasnya.. Terkadang ide muncul ketika saya sedang melakukan aktifitas harian.. Maka saya tulis ide2 tersebut pada secarik kertas untuk dituangkan ketika saya sudah memiliki rangkaian kata2 untuk menceritakannya..

Saya bukan penukis wahid seperti mereka yang sudah menerbitkan bermacam2 tulisan yang menginspirasi banyak orang.. Saya hanya suka menulis.. dan sedang belajar bagaimana menulis yang baik dan benar.. Saya setuju dengan tulisan mas stein tentang tips menulis.. bahwa jika kita menulis.. menulislah layaknya kita bercerita.. dan memang seperti itulah yang saya lakukan.. Menulislah.. tidak usah perduli dengan proses edit-mengedit.. dan tara…

 

Itulah tulisan saya selama ini.. 🙂

Jika memang tulisan saya amburadul.. itu adalah proses saya dalam belajar menulis.. J. Jujur saja, sejak bergabung di ngerumpi.com.. banyak ide berseliweran di kepala saya.. dan saya bersyukur karenanya.. Menulis seperti menuangkan isi kepala dan ide2 yang terbersit begitu saja di kepala saya ke dalam ‘cangkirnya’.. :D. sepertinya saya belum puas kalau tidak memencet tuts keyboard sekadar menuliskan ide di kepala ini.. dan tentu saja hal itu dilakukan di sela waktu kosong saya.. ngerumpi menjaga mood menulis saya tetap dalam kondisi stabil..

Segera ketika si kecil sudah terlelap dan pekerjaan rumah tangga sudah saya selesaikan.. mulailah saya mengetik dan menuangkan isi pikiran saya. Suami saya yang melihat saya bersemangat menekan tuts keyboard, hanya tersenyum kecil. Suami saya mungkin sekarang berpikir dalam hati.. dan mulai berkata pelan.. “De.. berhentilah menulis.. ” 😀

 

Iklan

3 pemikiran pada “Berhentilah Menulis..

  1. umh…..emang bener mba, aku juga belajar nulis niy…ikutan ngerumpi juga makin bikin banyak ide….yah tapi sayangnya, aku gag bisa nulis hal yang serius…lebih suka nulis hal2 yang simple, gampang dibaca.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s