Saatnya menerima kenyataan..


jeles

Aku pengen ketemu kamu..

Sudah lama aku ngga lihat senyum manismu..

Senyum manismu yang lucu..

dan lesung pipitmu yang kusuka..

 

Aku pengen ketemu kamu..

Pengen menatap mata tajammu..

Mata tajam yang penuh kehangatan itu..

 

Aku pengen ketemu kamu..

Jadi sekarang aku menuju rumahmu..

Ingin mengejutkan kamu dengan kedatanganku..

 

Aku berjalan dengan hati berdebar-debar..

Ingin segera menatap matamu yang berbinar..

Juga senyum khasmu yang lebar..

Serta mencium wangi tubuhmu yang segar..

 

Aku datang tanpa bilang-bilang..

Berharap kamu akan senang..

Tapi aku justru bimbang..

Saat menatap gadis berambut panjang..

Bergelayut manja di samping abang..

Siapa dia gerangan?

 

Aku menatap dari balik pohon..

Melihat wajah si gadis dari samping..

Mengenalinya sebagai mantanmu..

Tapi kalian begitu mesra..

Aku menatap wajah keduanya..

Kalian seperti pasangan kekasih…

Aku yakin kalian berdua saling jatuh cinta..

Kalau dia kekasih abang.. lalu aku ini siapa…?

 

Aah.. aku harus terima ini semua..

Bahwa aku ini hanyalah…

 

 

 

Penggemar rahasiamu…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s