akankah waktu berpihak pada kita


sad

Sekar membuka laci meja riasnya.. mengambil amplop dengan kop surat sebuah rumah sakit ternama di kotanya.. dibukanya selembar kertas di dalamnya.. dibacanya perlahan.. kalimat demi kalimatnya.. Sebulir air mata menetes di pipinya…

Ia mengingat kembali kalimat yang diutarakan oleh sang dokter.. Kalimat panjang yang memutar2.. kalimat yang disampaikan sang dokter dengan hati-hati sekali.. kalimat yang bertujuan agar ia mampu menerima hasil pemeriksaan dengan lapang dada.. Kalimat panjang yang mempunyai sebuah inti..

Bahwa dirinya sekarat..

 

Kanker dalam rahimnya telah menyebar hampir di seluruh bagian tubuhnya.. Kanker yang memaksanya selalu meredam sakit di perutnya yang selalu diabaikan dan mengira bahwa itu ‘hanya’ sakit maag yang biasa2 saja..

Sekar menutup kembali kertas tersebut, memasukkan dalam amplop dan menyelipkannya di buku bersampul merah.. Buku Hariannya..

Ia melirik sekilas ke kalender di sebelah meja riasnya.. Tanggal 15 Desember.. 1 minggu lagi suaminya akan berulang tahun.. Inikah kado buat suami tercintanya? Akankah ia sampai hati membuat belahan jiwanya bersedih? Mampukah ia mengatakannya pada sang kekasih tentang penyakitnya?

 

Klik..

Suara pintu kamar terbuka dan disusul suara sang suami..

“Bu, anak2 sudah menunggu.. kita makan malam bersama?”

Secepat kilat Sekar mengusap air matanya.. menatap sekilas pada cermin dan memastikan tiada sisa air mata di sana.. Ia menyunggingkan senyum.. dan membalikkan tubuhnya..

“Ahh.. iya, sudah jam berapa ini pak? Anak2 pasti sudah lapar..” disambutnya tangan kekar suaminya.. merasakan dekapan dan pelukan lengan sang suami.. yang entah sampai kapan bisa dirasakannya.. sebulir air mata kembali menetes.. namun tak sampai menjatuhi pipinya karena ia mengusapnya dengan jari telunjuknya tepat di bawah kelopak matanya…

“sayang… aku berharap bahwa aku masih punya waktu cukup lama untuk bersamamu dan anak2..” ucap lirih suara hatinya…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s