Terima kasih karena telah menyakiti saya..


hujan

Saya baru saja selesai berdiskusi dengan seorang teman setelah sebelumnya saya diminta membaca artikel tentang “Terima kasih karena telah menyakiti saya”. Dari artikel tersebut, saya bisa dapet kesimpulan bahwa kita bisa belajar banyak hal dari orang lain.. dan orang2 tersebut bisa jadi guru kita..

Biasanya.. seorang “guru” identik dengan seseorang yang punya kelebihan atau pengetahuan yang lebih dari yang kita miliki, Namun “guru” yang akan aku bahas sekarang bukan guru seperti itu… dan pelajaran yang kita dapat juga bukan karena “kelebihan” yang dimiliki seseorang tersebut dalam nilai positif.. tapi justru dari sisi sebaliknya..

Pernah ngga teman2 berpikir bahwa sebenarnya seseorang yang melakukan suatu hal buruk pada kita justru bisa menjadi guru yang lebih baik?

Saya akan coba menjabarkan..

Biasanya, ketika seseorang melakukan hal yang baik pada kita.. entah itu teman, atasan, sahabat atau rekan kerja.. kita mungkin akan mengingatnya.. tapi tidak untuk waktu yang cukup lama.. karena kita mungkin akan berpikir bahwa “sudah seharusnya sebagai teman/atasan/sahabat mereka berlaku baik pada diri kita”, sebaliknya jika ada seseorang yang melakukan hal yang menyakitkan kita.. kita cenderung akan mengingatnya dalam waktu yang cukup lama.. bahkan mungkin terbersit sedikit perasaan untuk membalas perbuatannya tersebut di lain waktu… 😀

Namun, pernahkah teman2 berpikir bahwa jika ada seseorang yang menyakiti kita, justru inilah saat yang tepat bagi kita untuk mengambil pelajaran dari tindakan orang tersebut pada kita dengan cara yg lebih positif??

Ketika kita disakiti.. kita akan belajar bahwa sangatlah tidak menyenangkan jika disakiti.. dan kita pun belajar untuk tidak menyakiti orang lain.. Ketika seseorang memaki diri kita.. kita merasa sakit hati.. dan kita pun belajar untuk tidak melakukan hal tersebut (memaki) karena kita tahu betapa tidak enaknya ketika dimaki.. begitupun dengan hal2 yang lain..

Dari boss yang suka melampiaskan rasa marah dengan membentak.. kita belajar untuk tidak membentak orang lain -dalam keadaan marah sekalipun-, dari teman yang suka menggosipkan teman lain, kita belajar tentang pentingnya “kesetiaan ketika tidak ada orang tersebut di sekitar kita”, dari teman yang suka berbohong kita belajar pentingnya arti kejujuran..
Dan banyak lagi hal2 yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dari orang2 seperti ini..

Daripada kita menggerutu tentang tindakan orang2 tersebut yang menyakiti kita.. (apapun bentuk tindakan tersebut) alangkah lebih menyenangkannya jika kita bisa mengambil “pelajaran” lain di sini.. bahwa kita diberi kesempatan untuk menjadi “manusia yang lebih baik” dengan tidak melakukan kesalahan2 seperti yang pernah dilakukan orang2 tersebut pada diri kita…

Kita seharusnya berterima kasih pada orang2 yang telah menyakiti kita.. karena.. dengan caranya sendiri.. mereka telah memberikan banyak pelajaran berharga pada diri kita.. Pelajaran yang mungkin tidak akan kita dapatkan dari keluarga dan sahabat2 kita… 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s