Tahun baru tanpamu..


Perempuan renta itu duduk sendirian di beranda rumahnya.. Ia merebahkan dirinya di sebuah kursi goyang yang terbuat dari kayu jati.. Sudah 13 tahun kursi itu menemaninya menghabiskan sore di beranda ini.. sesekali kakinya menjejak lantai dan menggoyang kursi tua itu.. lalu ia menikmati suara derak kursi itu beradu dengan lantai.. selalu.. setiap sore..

Kursi itu berhenti bergerak.. Sang perempuan pun menoleh ke meja kecil di sebelahnya.. Meraih sebatang rokok dan mendekatkannya ke bibirnya.. Meraih korek lalu menyulut rokok dan menghirupnya dalam-dalam.. sebulir air mata menetes di pipinya.. Ia menghembuskan asap dari bibirnya.. lalu membaui mantelnya yang kini bercampur dengan aroma asap rokok..

Otaknya bekerja.. mengingat-ingat setiap kenangan yang berhubungan dengan bau asap rokok.. Kenangan akan sang lelaki yang telah tiada.. lelaki yang menemaninya 55 tahun.. yang sudah 13 tahun pergi meninggalkannya..

Bau asap rokok.. Bau yang lebih dari 40 tahun yang lalu dibencinya namun kini sangat dirindukannya.. Diletakkannya rokok dalam genggamannya ke sebuah asbak di atas meja.. dibiarkannya api membakar perlahan rokok itu menjadi abu..

Ia mengangkat tubuh rentanya dari atas kursi goyang.. berjalan menuju pekarangan rumah dan memetik beberapa tangkai bunga tulip.. Ia membawa tulip2 itu di tangan kirinya sementara tangan kanannya merapatkan mantelnya.. Lalu berjalan ke halaman belakang rumah..

Langit senja menemaninya ketika ia duduk bersimpuh di atas pembaringan sang kekasih.. Selesai berdoa ia meletakkan tulip dalam pangkuannya di samping nisan kekasihnya.. Sebuah senyum tersungging di bibirnya yang mengering.. sebait kata terucap dari bibirnya.. “Selamat Ulang Tahun Sayangku.. dan Selamat Tahun Baru.. Tahun Baru yang harus kulewati tanpamu.. Aah.. Sayangku.. kau tak tahu betapa aku sangat merindukanmu..”

Sebulir air mata jatuh.. membasahi bibir yang masih menyunggingkan sebuah senyuman…

Iklan

2 pemikiran pada “Tahun baru tanpamu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s