Pengennya romantis..


romantis

 

Aku tak menyangka ia akan memergoki aku yang sedang melamun.. menghindari pertanyaan apa yang aku lamunkan akupun segera menjawab..

“Aah.. ngga. Aku sebenarnya bingung mau ngajak kamu ke “calon responden” itu.. karena ia seorang waria yang kerja di salon.. Dilema sebenarnya karena ia pernah bilang.. ‘Iih.. mas Bayu ngganteng deh’…” dan Ratih pun tertawa tergelak mendengar ucapanku barusan..

“Selamat..!” batinku dalam hati.. Aku berhasil menyelamatkan diriku dari pertanyaan yang akan mengancam egoku.. Aah Ratih. Mengapa kamu begitu menarik…?? Bahkan tawamu pun sudah membiusku.. *plak!!!* -gombal detector mode ON.. :D-

Setelah membayar wedang Jahe yang kami minum, kamipun segera menuju kost mba Susi.. sang calon responden.. Menunggu hingga sore hari karena mba Susi sedang berbelanja keperluan salonnya.. Hingga tak terasa selepas Maghrib kami mengakhiri tahap awal wawancara.. Ternyata mba Susi belum sesuai untuk dijadikan responden, calon responden lain ditawarkan mba Susi yang baru bisa ditemui esok hari atau esok lusa.. Kami pun berpamitan dan aku mengajak Ratih ke daerah kost perempuan. Ratih pun kukenalkan pada Sita, adik kelas yang sudah kuanggap sebagai adik sendiri.. Setelah sebelumnya meminta ijin supaya Ratih bisa menginap di kostnya malam ini.

Malam ini aku mengajak Ratih ke daerah payung.. tempat para anak muda seusia kami menghabiskan malam dengan makan jagung bakar sambil melihat indahnya kota Malang dari atas bukit.. melihat hampir seluruh kota Malang yang nampak berpendar oleh lampu2 kota.. serta untuk melihat bintang!

Kubayangkan suasana yang romantis.. dan hanya aku berdua dengan Ratih..! Aah.. surga dunia.. Ups..!! mengapa aku jadi menghayal lagi??

***

Suasana terasa dinginn.. dan kulihat Ratih diam tak bersuara.. Ia memesan segelas teh hangat dan indomie rebus.. aku memesan kopi dan baru saja hendak menyalakan rokok ketika Ratih berkata “bisa ngga ngerokok dulu..? aku ngga suka bau asap rokok..”. Aah.. Ratih.. asal bisa memandang wajahmu aku rela ngga merokok lagi.. *lebay.. lebay.. lebay..* 😀

“Kamu ngga suka asap rokok..?” (pertanyaan bodoh! Tadi khan dia sudah bilang…)

“mengingatkan aku pada seseorang..”

“bukan kenangan indah sepertinya..”

“begitulah…”

Merasa salah bicara akupun mengalihkan pembicaraan..

“Jadi.. kamu terdampar di kota Malang.. Hopeless ngga dapat responden?” kelakarku…

Dan ia hanya tersenyum..

“Kupikir karena ingin menemui aku.. aku sudah GR lho…” dan itulah kata-kataku yang paling jujur dari dalam lubuk hatiku.. tapi ia kembali tersenyum.. dan aku kembali bicara.. “tapi kamu terlihat lebih antusias ketemu mba Susi dari pada aku.. hehe..”

“Bayu…!! Kamu ini lebih kocak kalo ketemu langsung begini ya…”

Dan kini giliran aku yang terdiam.. menunduk.. pura2 membetulkan sepatu yang bahkan talinya ngga lepas sama sekali… !!

Dan obrolan pun semakin intim.. Aku cerita tentang kisah cintaku yang pupus bahkan sebelum dimulai.. sedangkan Ratih bercerita tentang lelaki perokok yang mengkhianatinya.. dan aku pun akhirnya tahu.. ia ke kota apel ini juga untuk menenangkan diri dari kenangan tentang si pria yang kuketahui bernama Dony..

Aku pun mengajak Ratih menikmati suasana di luar kedai itu.. menatap pemandangan kota Malang di malam hari sekaligus untuk melihat bintang.. Ratih mengikuti di belakangku..

Ia masih terdiam.. dan saat2 yang seperti ini.. seperti di film2 romantis itu.. aku mendekatkan tubuhku ke samping tubuhnya.. berharap bisa menggenggam tangannya.. tapi ia menarik tangannya ke dadanya.. dengan posisi sendekap.. lalu matanya melihat ke mataku..

Aah.. waktu yang tepat… Akupun memberanikan bicara.. mengatakan seluruh perasaanku… Aku menatap wajahnya.. bersiap untuk bicara.. Tapi keduluan ia yang bicara..

“Kita balik sekarang yuuk..”

“Hah…??” Aku masih ngga percaya…

“Iya.. kita balik ke kost Sita sekarang yuuk.. aku..

..ngga tahan udara dinginnnn..”

Aaaddduuuuhhh!!!!  Salah tempat!! :mrgreen:

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s